Jumat 08 Januari 2021, 21:40 WIB

Aturan Diperketat, Wisatawan Nusantara ke Bali tetap Tinggi

Ruta Suryana | Nusantara
Aturan Diperketat, Wisatawan Nusantara ke Bali tetap Tinggi

Antara
Petugas mengatur jarak kasur pantai di salah satu 'beach club' yang terletak di kawasan Pantai Melasti, Badung, Bali.

 

GUBERNUR Bali Wayan Koster mengatakan, meski aturan masuk ke Bali diperketat pada masa liburan sebelum Natal hingga tahun baru, namun kunjungan wisatawan domestik atau nusantara (wisnu) tetap tinggi. Dalam rentang waktu sejak 17 Desember 2020 hingga 5 Januari 2021 tercatat jumlah kunjungan wisnu ke Bali mencapai 400 ribu orang.

“Meski sudah diperketat, kunjungan wisatawan domestik tetap tinggi ke Bali dan hal ini sudah kami perhitungkan,” jelas Gubernur Koster di Denpasar, Jumat (8/1/2021).

Gubernur Koster juga menyinggung tentang penyesuaian aturan yang diberlakukan bagi Pelaku perjalanan Dalam Negeri (PPDN) yang masuk ke Bali. Mengacu pada SE Gubernur Bali Nomor 1 Tahun 2021, kini diberlakukan ketentuan yang sama bagi PPDN yang masuk ke Bali baik yang melalui jalur udara, laut dan darat yaitu wajib menunjukkan hasil negatif uji Swab berbasis PCR atau rapid test antigen.

“Kalau aturan sebelumnya kan ada perbedaan antara yang masuk melalui jalur udara dan laut/darat, sekarang kita samakan,” katanya.

Sementara kebijakan layanan rapid test antigen gratis bagi sopir kendaraan logistik masih tetap diberlakukan. bahkan Koster juga tengah berkoordinasi dengan pihak ASDP dan Angkasa Pura agar penumpang umum bisa memperoleh subsidi biaya rapid test antigen. “Kita tidak ingin pengaturan ini memberi beban berat bagi masyarakat,” ucapnya.

Pada bagian lain, Koster mengatakan, dengan mengacu pada data kumulatif perkembangan Covid-19 di Bali, peningkatan jumlah kasus positif dan kematian tidaklah terlalu banyak. Rata-rata dalam satu minggu terjadi penambahan 30 kasus baru dan tingkat kematian rata-rata di bawah 5 persen.

Sementara ketersediaan ruang perawatan pada fasilitas kesehatan juga masih sangat cukup. “Hanya satu RS (rumah sakit) yang keterisiannya sudah 60 persen yaitu Badung dan Denpasar 70 persen. Jadi ketersediaan ruang perawatan masih aman. Untuk pasien OTG, kita juga punya tempat karantina yang memadai,” urai Koster. (OL-13)

Baca Juga:  Jawa Barat Fokus Gaet Wisnu Gairahkan Pariwisata

 

Baca Juga

Medcom

Siswa SD di Tasikmlaya Meninggal Usai Divaksin, Dinkes Sebut karena DBD

👤Kristiadi 🕔Selasa 18 Januari 2022, 07:05 WIB
"Konklusi medis ini bisa diambil karena ada hasil NS1 yang positif bahwa terinfeksi penyakit lain dan bukan dari vaksinasi...
Antara

51.606 Anak Jadi Sasaran Vaksinasi di Aceh Timur

👤Ant 🕔Senin 17 Januari 2022, 23:46 WIB
Pemkab Aceh Timur menargetkan seribu anak yang ikut vaksinasi setiap...
MI/BAYU ANGGORO

Pemprov Jawa Barat Promosikan Kemandirian Pesantren Lewat Film Televisi

👤Bayu Anggoro 🕔Senin 17 Januari 2022, 23:35 WIB
Lokasi pengambilan gambar FTV ini dipilih di Pondok Pesantren Al Ittifaq, Ciwidey, di Kabupaten Bandung, sebuah pesantren yang mandiri,...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya