Kamis 24 Desember 2020, 04:31 WIB

PPATK Buka Ruang untuk Polda NTB Pantau 6 Kasus TPPU Narkoba

mediaindonesia.com | Nusantara
PPATK Buka Ruang untuk Polda NTB Pantau 6 Kasus TPPU Narkoba

Dok MI
Ilustrasi narkoba

 

DIRRESNARKOBA Polda Nusa Tenggara Barat Kombes Pol Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf menyebut pihaknya menangani salah satu kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) narkoba terbanyakan skala nasional. Karena itu, pihak Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) pun langsung memberikan atensi terhadap penanganan enam kasus TPPU narkoba di wilayah NTB.

"Karena Ditresnarkoba Polda NTB termasuk yang menangani kasus TPPU terbanyak skala nasional, maka tim dari PPATK kemarin datang secara resmi ke kami dan melakukan gelar semua kasus TPPU yang kita tangani," kata Kombes Pol Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf di Mataram, Rabu (23/12).

Tindak lanjut dari pertemuannya, penyidik kepolisian sudah diberikan akses langsung oleh PPATK untuk kerap melakukan asistensi penanganan perkaranya.

"Jadi sekarang kami dibukakan ruang untuk setiap saat menanyakan (asistensi) perkembangan penanganan perkara TPPU," ujarnya.

Peran PPATK dalam penanganan enam kasus TPPU ini, jelasnya, untuk membantu proses penyidikan yang sudah menetapkan delapan tersangka.

Baca juga:  NTB Luncurkan Bus Ramah Disabilitas dan Lansia

Dari enam kasus tersebut, ucap Helmi, dua kasus diantaranya sudah mendapatkan hasil analisis dari PPATK.

"Makanya satu diantaranya sudah kita tahap satu-kan (pelimpahan berkas ke jaksa peneliti)," tukas Helmi.

Mereka yang ditetapkan sebagai tersangka TPPU, tidak lepas dari pengembangan proses penyidikan pidana asalnya pada pidana narkoba. Maka dari itu, penyidik menerapkan sangkaan Pasal 3, Pasal 4, dan Pasal 5 Undang-Undang RI Nomor 8/2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) kepada delapan tersangka.

"Mereka yang ditetapkan sebagai tersangka ini baik yang dilihat secara aktif maupun pasif," beber Helmi.

Kemudian apabila dari penelusuran transaksi keuangan milik para tersangka muncul keterlibatan orang lain, pihaknya dipastikan akan melakukan pendalaman.

Menurut Helmi, munculnya peran orang lain dalam pengembangan kasus TPPU itu sudah menjadi hal yang biasa. Tidak menutup kemungkinan, mereka yang terlibat juga dapat ditetapkan sebagai tersangka.

"Misal ada yang ikut menyamarkan uang hasil kejahatan narkoba, itu layak untuk dikenakan Pasal 5 Undang-Undang RI Nomor 8/2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU)," tukasnya.

"Jadi siapa pun yang berafiliasi dari transaksi keuangan itu harus diperiksa, kalau mens rea-nya ada, kita tetapkan sebagai tersangka," pungkas Helmi.(Ant/OL-5)

Baca Juga

MI/Mitha Meinansi

Pembangunan Masjid Nursiah Daud Paloh di Sigi Capai 80 Persen

👤Mitha Meinansi 🕔Rabu 10 Agustus 2022, 09:30 WIB
 PERKEMBANGAN pembangunan fisik Masjid Nursiah Daud Paloh yang berdiri juga diatas tanah wakaf dari Hajjah Nilam Sari Lawira tersebut,...
ANTARA FOTO/Novrian Arbi

Penanganan Dampak Embun Beku di Lanny Jaya Berjalan Baik

👤Andhika Prasetyo 🕔Rabu 10 Agustus 2022, 09:29 WIB
Deputi V Kepala Staf Kepresidenan Jaleswari Pramodhawardani memastikan bahwa penanganan dampak cuaca ekstrem embun beku di kabupaten Lanny...
MI/Ardi T Hardi

Kiat Sukses Petani Milenial Bertani Jahe Merah di Sruwen

👤Ardi T Hardi 🕔Rabu 10 Agustus 2022, 08:45 WIB
BAGI sebagian besar anak muda, menjadi petani bukanlah pilihan yang menarik. Namun, hal itu tidak berlaku bagi Eko Susilo (32...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya