Sabtu 12 Desember 2020, 06:22 WIB

Pilkada Rembang Memanas, Ada Tudingan Penggelembungan Suara

Akhmad Safuan | Nusantara
Pilkada Rembang Memanas, Ada Tudingan Penggelembungan Suara

MI/Akhmad Safuan
Pasangan Calon di Pilkada Rembang diusung Partai Demokrat dan NasDem Harno-Bayu Andriyanto

 

PILKADA Rembang memanas setelah tim saksi paslon nomor urut 01, Harno-Bayu Andriyanto tuding ada penggelembungan suara. Sedangkan tim paslon nomor urut 02 Abdul Hafidz-Mochamad Hanies Cholil Barro' menanggapi tudingan itu meminta diserahkan permasalahan tersebut ke Bawaslu.

Tim saksi paslon Harno-Bayu Andriyanto dalam rapat rekapitulasi suara tingkat Kecamatan serentak, Jumat (11/12) menuding munculnya kecurangan dengan ditemukan berbagai kejanggalan dalam pemungutan suara di beberapa kecamatan, untuk memenangkan paslon lawan.

Seperti di Kecamatan Sarang, saksi Ali Ircham menungkapkan adanya dugaan penggelembungan suara yang hampir terjadi di semua tempat pemungutan suara (TPS) di kecamatan itu. Jumlah pemilih melebihi daftar pemilih tetap (DPT). Dan ada A5 yang tidak tertera tujuan mencoblosnya sehingga memungkinkan nyoblos lebih dari satu TPS.

Di Kecamatan Pamotan, saksi Muhammad Kumoro Hadi menemukan kejanggalan yang terjadi di antaranya kotak surat suara yang tak tersegel dan DPT yang tidak sesuai TPS. Sehingga hal ini langsung dilaporkan untuk ditindaklanjuti.

Ketua Tim Pemenangan Abdul Hafidz-Mochamad Hanies Cholil Barro', Zaimul Umam Nursalim secara terpisah menyerahkan hal yang disampaikan tim saksi dari paslon nonor urut 01 kepada Bawaslu.

"Sudah ada sarana di Bawaslu, karena itu menjadi kewenangan Bawaslu. Kami akan menghormati segala sesuatu terkait proses Pilkada ini," kata Zaimul Umam Nursalim.

Tim pemenangan paslon nomor urut 02, ungkap Zaimul Umam Nursalim, saat ini fokus mengawal suara, meskipun tetap optimistis memenangi pilkada ini. 

"Kita tetap yakin menang di pilkada Rembang ini," tambahnya.

baca juga: Belum Rela Bobby Menang

Ketua Bawaslu Rembang Totok Suparyanto mengatakan protes yang dilakukan oleh para saksi dalam proses rekap merupakan hal yang wajar, meskipun ada protes dari saksi atau bahkan panwas, PPK punya hak untuk melanjutkan proses rekapitulasi suara.

"Yang penting protes itu ditulis dalam formulir keberatan, sehingga nanti ada proses lebih lanjut dalam hal ini," ujar Totok. (OL-3)

Baca Juga

DOK MI

Cakupan Vaksinasi Lansia Di Cianjur Sudah 57%

👤Benny Bastiandy 🕔Senin 29 November 2021, 18:35 WIB
CAPAIAN vaksinasi covid-19 dosis pertama bagi kalangan lanjut usia (lansia) di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, sudah mencapai...
MI/WIDJAJADI

Menko PMK Minta Jambi Siap Antisipasi Dampak La Nina

👤Solmi Suhar 🕔Senin 29 November 2021, 18:30 WIB
BMKG memperkirakan dampak La Nina terus berkembang di Indonesia dengan intensitas lemah sampai sedang hingga Februari...
ANTARA/Nova Wahyudi

LRT Sumsel Mulai Terapkan Pembayaraan Non Tunai

👤Dwi Apriani 🕔Senin 29 November 2021, 18:28 WIB
STASIUN LRT Ampera menjadi pilot project penggunaan Kartu Uang Elektronik (KUE) atau LinkAja untuk pembelian tiket LRT...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya