Sabtu 12 Desember 2020, 04:20 WIB

Belum Rela Bobby Menang

Indriyani Astuti | Nusantara
Belum Rela Bobby Menang

ANTARA FOTO/Rony Muharrman
Calon Wali Kota Medan nomor urut 1 Akhyar Nasution (kiri) bersama istri Nurul Khairani (kanan) menggunakan hak pilihnya pada Pilkada Medan.

 

TIDAK banyak orang yang bisa bersikap legawa, termasuk saat berkontestasi di Pilkada 2020. Salah satunya Akhyar Nasution, yang berusaha meraih kembali posisi Wali Kota Medan, Sumatra Utara, lima tahun ke depan.

Meski mengakui kalah dengan meraih 48% suara pemilih, Akhyar menyebar kabar soal adanya tangan tidak terlihat dalam pilkada. “Tidak terlihat, tapi dapat dirasakan sangat berpengaruh dengan bermain penuh.”

Di Pilkada Medan, petahana yang berpasangan dengan Salman Alfarisi harus berhadapan dengan menantu Presiden Joko Widodo, Bobby Nasution, yang merangkul sesama anak muda, Aulia Rachman. Hasil penghitungan cepat sejumlah lembaga memperlihatkan Bobby-Aulia unggul.

Tudingan Akhyar yang bersayap langsung dijawab cepat oleh Direktur Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri Akmal Malik, kemarin. “Tim yang dibuat pemerintah untuk memantau pelaksaan pilkada sudah netral dalam menjalankan tugas,” tegasnya.

Mereka, lanjut dia, berstatus aparatur sipil negara dan dilarang memihak salah satu pasangan calon. “Tim ini selalu kami buat setiap ada pilkada. Tugasnya melakukan monitoring. Tidak ada ruang bagi petugas kami melakukan hal seperti itu,” tegas Akmal.

Kementerian Dalam Negeri membentuk tim monitoring dan melakukan pemantauan ke 32 provinsi di 309 kabupaten/kota yang menggelar Pilkada 2020. “Pelaksanaan pilkada 9 Desember berlangsung lancar dan sesuai protokol kesehatan,” tambahnya.

Ketidakpuasan juga diperlihatkan pasangan Iwan Saputra-Iip Miftahul Paoz yang maju di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. “Kami unggul di hasil penghitungan LSI Denny JA, tapi kalah tipis dalam penghitungan KPUD. Kami menuntut kejelasan karena banyak kejanggalan,” tandas ketua tim pemenangan, Ami Fahmi.

Akui kalah

Sikap kesatria ditunjukkan Didit Srigusjaya-Korari yang berusaha meraih posisi di Kabupaten Bangka Tengah, Bangka Belitung. Pasangan yang didukung PDIP itu sudah mengucapkan selamat kepada pesaingnya, Algafri-Herry Erfian. “Kami ucapkan selamat untuk Algafri-Herry,” ujar Didit.

Sikap serupa juga diperlihatkan Yuri Kemal Fadlullah yang diusung PDIP di Kabupaten Belitung Timur. Anak Yusril Ihza Mahendra itu mengakui keunggulan Burhanudin-Khairil Anwar.

Di Kalimantan Selatan, dua pasangan yang berhadapan sama-sama masih memiliki harapan. Hitung cepat Charta Politika memperlihatkan kemenangan ada di kubu petahana Sahbirin Noor-Muhidin dengan raihan 50,43%.

Namun, kubu di seberangnya, Denny Indrayana-Difriadi, juga belum saatnya menyerah. Mereka justru mampu mengungguli lawan dengan memperoleh 51,6% suara dalam penghitungan yang dilakukan KPUD.  

Angin kemenangan juga sudah dirasakan Cellica Nurrachadiana-Aep Syaepuloh di Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Namun, lewat juru bicara tim kampanyenya, Dian Fahrud Jaman, pasangan itu meminta tidak ada perayaan oleh para pendukung.

“Mereka meminta pendukung mengawal suara hingga KPUD memutuskan. Kami diminta berdoa di rumah demi kesehatan dan kemajuan Karawang,” tambahnya. (YP/AD/RF/DY/CS/N-2)

Baca Juga

Antara

Kasus Aktif Covid-19 di Batam Melonjak

👤Ant 🕔Kamis 20 Januari 2022, 23:25 WIB
Didi menyatakan dari 10 orang tambahan positif hari ini, dua orang di antaranya baru datang dari...
MI/BAYU ANGGORO

Gema Pasundan Tuntut Arteria Dahlan Diberhentikan

👤Bayu Anggoro 🕔Kamis 20 Januari 2022, 23:10 WIB
Arteria Dahlan telah mengingkari fakta bahwa banyak orang Sunda berperan dalam pembangunan...
Antara

Vaksinasi Anak di Sukabumi Capai 62 Persen

👤Ant 🕔Kamis 20 Januari 2022, 22:49 WIB
Pada hari ini saja, jumlah pelajar sekolah dasar yang mendapat vaksinasi dosis pertama sebanyak 7.774...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya