Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
RATUSAN siswa SMPN 1 Kragan, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah dilarikan ke puskesmas untuk menjalani perawatan akibat keracunan setelah menyantap makanan disajikan dalam program makan bergizi gratis (MBG) Rabu (24/9).
Pemantauan Media Indonesia hingga Rabu (24/9) malam, belasan siswa SMPN 1 Kragan, Kabupaten Rembang masih menjalani rawat inap di Puskesmas Kragan 1, setelah sebelumnya bersama ratusan siswa lain dilarikan ke puskesmas tersebut akibat keracunan seusai menyantap makanan dalam program MBG.
Sebanyak 173 murid SMP Negeri 1 Kragan mengalami gejala keracunan seperti mual, muntah-muntah dan diare yang diduga berasal dari menu mie ayam di makanan yang diberihan pada Selasa (23/9) siang, sehingga untuk mengatasi kondisi terpaksa dilarikan ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan dan sejumlah ambulan disiagakan.
"Anak saya saat pulang sekolah mengalami diare, bahkan hingga Rabu (24/9) pagi masih mengalami pusing dan lemas," kata Ayu,45, orang tua sajah seorang siswa.
Hal serupa juga diungkapkan Abdi, orang tua lainnya yang mengaku anaknya yang sekolah di SMPN I Kragan juga mengalami kondisi serupa, sehingga mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan kemudian dibawa ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis. "Ternyata harus rawat inap," imbuhnya.
Kepala Puskesmas 1 Kragan, Kabupaten Rembang Ahmad Fuad, mengatakan berdasarkan data jumlah murid SMPN I Kragan dirawat di puskesmas sejak Selasa (23/9) petang mencapai 173 anak dan 13 anak di antaranya masih harus menjalani rawat inap karena kondisinya yang cukup mengkhawatirkan.
"Ada 160 anak diperbolehkan pulang untuk menjalani rawat jalan, mayoritas mempunyai gejala yang sama yakni keracunan makanan," ugar Ahmad Fuad.
Gejala keracunan pada ratusan siswa tersebut, lanjut Ahmad Fuad, antaranya mual, muntah, lenas dan diare, namun untuk memastikan sumber keracunan tersebut perlu dilakukan penelitian terhadap makanan yang dikonsumsi sebelumnya. "Menurut keterangan gejala itu dirasakan setelah mengkonsumsi makanan dari MBG," tambahnya.
Wakil Bupati Rembang M Hanies Cholil Barro’, juga merupakan Ketua Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) M Holil Barro’ mengaku telah memerintahkan Dinas Kesehatan dan Puskesmas untuk menangani kasus keracunan ratusan siswa SMPN I Kragan tersebut hingga tuntas.
"Penyebab pasti keracunan tersebut diteliti, meskipun dugaan awal mengarah pada makanan MBG yang dikonsumsi siswa pada Selasa (23/9)," kata Holil Barro' saat meninjau sekolah dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memasok makanan.
Pada Pemberian MBG hari itu, ungkap Holil Barro', para siswa SMPN I Kragan, Kabupaten Rembang mendapatkan menu makanan berupa mie ayam, tahu rebus dan buah potong melon. ”Buah potong ini sebenarnya tidak direkomendasikan dalam MBG, namun sumber pastinya masih salam penyelidikan di laboratorium,” tambahnya. (H-2)
WAKIL Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq mengapresiasi pemerintah daerah yang sama-sama memiliki komitmen untuk mewujudkan visi pendidikan bermutu untuk semua.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) masih mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem yakni hujan lebat disertai angin kencang dan kilatan petir untuk kawasan pegunungan,
Gus Yahya menegaskan bahwa proses pemilu adalah sebuah tahapan yang harus dijalani bersama.
Ratusan sopir angkutan bus mini anggota Paguyuban Trans Rembang Timur mengalihkan dukungan dari pasangan calon Harno-Mochammad Hanies Cholil Barro ke Vivit Dinarini Atnasari-Zaimul Umam.
Dari pemantauan Media Indonesia, Selasa (24/9), sejumlah petugas kepolisian masih melakukan pemeriksaan di lokasi tabrakan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved