Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMISI Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumenep, Jawa Timur memberi kelonggaran warga kepulauan yang tidak bisa pulang kampung karena cuaca buruk untuk menggunakan hak pindah Tempat Pemungutan Suara (TPS) dalam pilkada yang berlangsung, Rabu (9/12).
Komisioner KPU Sumenep, Fathur Rahman, mengatakan keputusan tersebut diputuskan melalui pleno internal KPU setelah berkonsultasi dengan KPU Jawa Timur dan nerkoordinasi dengan Bawaslu setempat.
"Melihat kondisi yang tidak memungkinkan bagi warga kepulauan untuk mencoblos di TPS tempat mereka terdaftar, kami memutuskan memberi kemudahan kepada mereka menggunakan form A-5 atau pindah lokasi memilih," kata Fathur Rahman, Selasa (8/12).
Ia menjelaskan, banyak warga wilayah kepulauan di Sumenep yang tidak bisa pulang akibat penutupan pelayaran di Pelabuhan Kalianget karena cuaca buruk. Mereka berasal dari kecamatan kepulauan antara lain Kecamatan Sapudi dan Gayam, Kecamatan Raas, Kangayan, Arjasa, Sapeken dan Masalembu.
"Kami sudah membuat edaran kepada PPK, PPS dan KPPS soal keputusan ini, agar tidak menyulitkan para pemilih asal kepulauan," katanya. (R-1)
Kemendagri mendorong evaluasi rekrutmen politik dan sistem pilkada untuk menekan korupsi kepala daerah yang terus berulang meski pengawasan diperketat.
Pengamat politik Citra Institute Yusak Farchan menilai tingginya biaya politik dalam pilkada menjadi persoalan serius dalam demokrasi Indonesia.
Pilkada tak langsung bertentangan dengan semangat demokrasi lokal dan tidak menyelesaikan persoalan biaya politik tinggi.
Kepala Pusat Riset BRIN Mardyanto Wahyu Tryatmoko menilai wacana pilkada tidak langsung lewat DPRD tidak menjamin hilangnya politik uang dan justru berpotensi lebih mahal.
SISTEM pemilihan kepala daerah (pilkada) langsung yang telah berjalan dua dekade dinilai gagal mewujudkan demokrasi substansial.
Peneliti BRIN Siti Zuhro, yang hadir dalam pertemuan tersebut, mengatakan pembahasan pilkada tidak langsung tidak hanya berkaitan dengan mahalnya biaya politik.
Cuaca buruk berupa hujan dengan intensitas tinggi dan angin kencang kembali melanda sejumlah wilayah di Provinsi Kalimantan Selatan dalam beberapa hari terakhir.
Pola hujan pada awal tahun 2026 di Pulau Jawa menunjukkan karakter yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.
Harga ikan di Pasar Tradisional Naikoten 1 dan Pasar Ikan Oeba, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur mengalami kenaikan signifikan akibat cuaca buruk.
CUACA buruk berupa angin kencang dan gelombang tinggi mulai melanda perairan Sumba, Nusa Tenggara Timur. Kondisi ini berpotensi membahayakan keselamatan pelayaran.
BMKG juga menyampaikan peringatan dini gelombang sedang hingga tinggi di sejumlah perairan, termasuk Perairan Kuala Pembuang, Teluk Sampit, dan Kuala Kapuas.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang, Sti Nenot'ek, mengatakan, saat ini Bibit Siklon Tropis 97S yang berada di wilayah utara Benua Australia
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved