Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMILIHAN Gubernur dan Wakil Gubernur Bengkulu pada 9 Desember nanti tampaknya tidak berbeda dengan Pilgub 2015 yang hanya diikuti dua pasangan calon. Lima tahun lalu, Ridwan Mukti-Rohidin Mersyah head to head dengan Sultan Najamuddin-Mujiono. Pengamat politik dari Universitas Bengkulu Jarto Tarigan MS mengatakan pilgub Bengkulu kali ini pun akan diikuti dua paslon. Mereka ialah Helmi Hasan (Wali Kota Bengkulu)-Muslihan S (mantan Bupati Rejang Lebong dan Bengkulu Utara) serta Rohidin Mersyah (petahana)-Rosjonsyah (Bupati Lebong). Rohidin ialah wakil gubernur yang naik takhta menggantikan Ridwan yang tersangkut oleh kasus korupsi.
“Saat ini masih dua pasangan, tetapi bisa jadi tiga ditambah Agusrin Maryono Najamudin (mantan gubernur) dan Imron Rosyadi (anggota DPRD Bengkulu 2019-2024 dan mantan Bupati Bengkulu Utara),” katanya.
KPU mencoret Agusrin saat pengumuman penetapan paslon pada 23 September lalu. Dia tidak memenuhi syarat karena belum genap lima tahun selewat menjalani masa hukuman setelah divonis bersalah melakukan korupsi pada 2012. Namun, Agusrin melayangkan gugatan ke Bawaslu Bengkulu dan hari ini, keputusan atas gugatan itu akan diumumkan.
Jika hanya diikuti dua pasangan, terang Jarto, Helmi Hasan-Muslihan dinilai akan unggul. Keduanya bakal menang tipis atas Rohidin-Ronjonsyah. Salah satu faktor kekuatan Helmi ialah pengalaman dan kepuasaan masyarakat atas kepemimpinan dan pembangunan selama menjadi Wali Kota Bengkulu selama dua periode. Sebaliknya, petahana Rohidin selama memimpin Bengkulu dinilai tak maksimal. Salah satu catatan buruknya ialah pembangunan yang terhenti akibat defisit anggaran mencapai Rp170 miliar selama 2017-2020.
Kedua cagub merupakan petinggi partai di Bengkulu. Helmi Hasan ialah Ketua DPW PAN dan Rohidin Ketua DPD Golkar Provinsi Bengkulu. “Jika head to head, Helmi tetap unggul secara kekuatan partai ataupun pengalaman,” kata Jarto.
Saat ini, imbuh dia, masyarakat Bengkulu cukup pintar dalam memilih pemimpin dan sudah dapat melihat serta merasakan baik kemajuan maupun kemunduran suatu daerah. Masyarakat akan menilai dengan melihat perubahan-perubahan apa saja yang dicapai.
Ketua KPU Provinsi Bengkulu IrwanSyaputra, Kamis (15/10), mengatakan pilgub tahun ini hanya diikuti dua paslon yang telah memenuhi seluruh syarat. “Saat pendaftaran ada tiga bakal pasangan calon yang mendaftar. Helmi Hasan-Muslihan DS dan Rohidin Mersyah-Rosjonsyah Sahili dinyatakan memenuhi syarat, sementara Agusrin Maryono Najamudin-Imron Rosyadi tidak memenuhi syarat.’’
Optimistis
Dalam undian, Helmi-Muslihan mendapatkan nomor urut 1. Rohidin-Rosjonsyah nomor urut 2. Helmi yang merupakan adik Ketua Umum PAN dan Wakil Ketua MPR, Zulkifli Hasan, pun optimistis bakal mendapat kepercayaan dari rakyat Bengkulu. Menurutnya, ada 20 kunci kebahagiaan, salah satunya peduli anak yatim, dan itulah yang menjadi alasannya maju kontestasi.

ANTARA FOTO/DAVID MUHARMANSYAH
Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bengkulu Helmi Hasan (kedua dari kanan) dan Muslihan (kanan) menyerahkan berkas kepada Ketua KPU Provinsi Bengkulu Irwan Saputra (kiri) saat mendaftar sebagai calon gubernur dan wakil gubernur di Kantor KPU Bengkulu, Bengkulu, Sabtu (5/9). Pasangan Helmi-Muslihan diusung PAN, Partai Hanura, dan NasDem.
‘’Agar setiap anak yatim di Provinsi Bengkulu, apa pun sukunya, apa pun agamanya, insya Allah akan mendapatkan perlindungan dari pemerintah. Masyarakat sangat mengharapkan adanya perubahan, baik itu di pembangunan maupun kemajuan di sektor lainnya dengan program satu desa satu ambulans dan jalan mulus dapat terealisasi,” kata Helmi.
Sebagai petahana, Rohidin tak kalah optimistis. Dengan mengusung tagline Bengkulu maju, Bengkulu sejahtera, dan Bengkulu hebat, dia dan Rosjonsyah siap melanjutkan pembangunan.
“Tujuan saya kembali maju dalam pilkada serentak 2020 ini tidak lain hanya untuk mengabdi dan membawa perubahan, kemajuan signifikan, demi kesejahteraan masyarakat Bengkulu,” tandas Rohidin. (X-8)

Sumber: KPU/Tim Riset MI-NRC
KETUA Umum Partai NasDem, Surya Paloh, mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjadikan momentum perayaan Tahun Baru Imlek 2026 sebagai energi baru dalam memperkokoh pluralisme.
WAKIL Ketua Umum Partai NasDem, Saan Mustopa menilai munculnya wacana dukungan terhadap Presiden Prabowo Subianto untuk kembali maju pada Pilpres 2029 hal yang wajar.
PARTAI NasDem menanggapi santai langkah PAN yang mendukung Presiden Prabowo Subianto dan Zulkifli Hasan sebagai bakal calon wakil presiden (cawapres) pada Pilpres 2029 mendatang.
Pengurus DPC yang dilantik merupakan representasi dari desa dan kelurahan di kecamatan.
ANGGOTA DPR RI Fraksi Partai NasDem Willy Aditya, menegaskan bahwa literasi dan kemampuan berpikir kritis merupakan fondasi utama dalam membangun ekosistem demokrasi yang sehat.
ANGGOTA Komisi VI DPR dari Fraksi Partai NasDem Asep Wahyuwijaya menilai, peringatan keras Presiden Prabowo atas kondisi tata kelola dan usaha BUMN ke belakang sebagai refleksi kegusaran.
Abdul menjelaskan, penyidik belum menahan tersangka karena pemeriksaan akan dilanjutkan.
KOMISI Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Yalimo, Papua sebagai penyelenggara pemilu dituding telah melakukan pelanggaran etik.
PAGUYUBAN Nusantara Yalimo Bangkit meminta MK untuk tidak mematikan suara rakyat Yalimo, dengan putusan yang semestinya
DEWAN Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) memberhentikan dua anggota KPU Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur (NTT) dari jabatannya.
Pilkada Serentak 2020 di 270 daerah tercatat sukses, meski dalam kondisi pandemi COVID-19. Pengalaman itu menjadi rujukan untuk penyelenggaraan berbasis manajemen risiko Pemilu 2024.
Ppartai politik juga harus ambil bagian dalam mendinginkan suasana dan mengajak pendukungnya untuk bisa menerima putusan MK.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved