Headline
Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.
Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.
Kumpulan Berita DPR RI
SEDIKITNYA 11 polisi terluka parah dan hingga Minggu (11/10) harus dirawat di rumah sakit di Pekanbaru. Bahkan dua di antara mereka mengalami luka lebam dan gangguan saraf pada bagian kepala akibat demo anarkis yang dilakukan para mahasiswa yang memprotes disahkannya Undang-Undang Cipta Kerja di DPRD Riau, Kamis (8/11) lalu.
Selain itu, satu mobil Polantas rusak parah karena dihancurkan mahasiswa saat demo yang berujung aksi anarkis tersebut.
Aksi rusuh itu mendapat kecaman keras karena mencederai budaya melayu yang berbudi baik dan beradab mulia.
Baca juga: Polda Riau Tangkap Tiga Pelaku Pembakaran Mobil di Rokan Hulu
"Kami sangat menyayangkan sekali aksi anarkis itu. Apalagi di Riau yang merupakan negeri peradaban melayu yang dari dulu sangat santun dan beradab. Ada 11 personel dirawat di rumah sakit dan dua diantara mereka mengalami luka kepala dan belakang telinga serta gangguan pada saraf kepalanya," kata Kapolda Riau Inspektur Jenderal (Irjen) Agung Setya Imam Effendi di Pekanbaru, Minggu (11/10).
Ia menjelaskan pihaknya ingin suasana di Riau selalu kondusif dan aman.
Karena itu, terkait aksi perusakan fasilitas dan mobil Polantas Polri di Pekanbaru yang videonya telah tersebar viral di media sosial, Kapolda Riau akan menyelidiki dan meminta pelaku perusakan bertanggung jawab
sesuai adab peradaban melayu di Riau.
"Tuntutan mahasiswa ini kan sudah diserahkan pimpinan DPRD Riau ke pusat. Jadi sampaikan dengan baik. Tidak perlu lagi anarkis dan kekerasan. Kita bersama harus selalu menjaga kondisi Riau yang aman dan kondusif sesuai budaya melayu," tukasnya. (OL-1)
Menurut Oegroseno, semestinya hal-hal seperti ini tidak terjadi, karena tak diatur oleh KUHAP.
Trunoyudo menyebutkan bahwa momentum bulan suci Ramadan turut melandasi semangat kedua belah pihak untuk saling memaafkan dan melakukan introspeksi diri.
ANGGOTA Komisi III DPR RI dari Fraksi PKB, Abdullah menyoroti penembakan remaja oleh oknum polisi di Makassar, Sulawesi Selatan. Perlu evaluasi SOP senjata api
Dewan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (Dema PTKIN) Se-Indonesia mengapresiasi pola pengamanan kepolisian dalam aksi unjuk rasa mahasiswa.
Sarah Nuraini Siregar dari BRIN menyoroti penggunaan istilah "oknum" untuk anggota polisi, menegaskan tindakan individu mencerminkan institusi.
Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Alfian Nurrizal menyatakan pelaku penganiayaan karyawan SPBU di Cipinang, Jakarta Timur, positif sabu dan ganja usai tes urine.
Perang tersebut terlalu menguras anggaran negara. Padahal, menurut dia, situasi internal di Amerika Serikat tidak baik-baik saja dan membutuhkan sokongan.
Delpedro Marhaen bentangkan bendera Iran di PN Jakpus, tuntut Presiden Prabowo mundur dari Board of Peace (BoP) dalam sidang putusan kasus penghasutan.
Gelombang protes pecah di penjuru Amerika Serikat usai tewasnya Ali Khamenei. Demonstran sebut kebijakan Trump sebagai bentuk tirani dan menyeret AS ke perang tanpa akhir.
Dewan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (Dema PTKIN) Se-Indonesia mengapresiasi pola pengamanan kepolisian dalam aksi unjuk rasa mahasiswa.
Mahasiswa diimbau untuk tetap menyampaikan aspirasi secara damai dan konstitusional, khususnya di bulan suci Ramadan.
Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut pidana penjara 10 bulan terhadap 21 terdakwa kasus kerusuhan demonstrasi yang terjadi pada Agustus 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved