Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
SAAT musim kemarau seperti sekarang ini sebagian besar petani di Kalimantan Selatan masih melakukan pembersihan lahan pertanian dengan cara membakar. Ratusan hektar lahan pertanian di Kalsel terbakar. Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Kalsel, Syamsir Rahman, Selasa (29/9) mengatakan aktivitas pembersihan lahan
pertanian dengan cara membakar masih marak terjadi di Kalsel.
"Saat kemarau seperti ini para membersihkan lahan pertanian terutama di kawasan rawa kering dan ladang dengan cara membakar," ungkapnya.
Guna mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan dinas pertanian bersama instansi terkait Satgas Karhutla Kalsel terus melakukan sosialisasi tentang ancaman karhutla kepada para petani di 13 kabupaten/kota di Kalsel. Sejauh ini tercatat sudah lebih dari 250 hektar lahan (sebagian besar lahan pertanian) terbakar.
Kebakaran paling marak terjadi di kawasan perbukitan dan kaki pegunungan Meratus akibat adanya kegiatan perladangan.
"Tahun ini karhutla masih terkendali karena kondisi kemarau basah, hujan masih turun di beberapa wilayah," ujarnya.
Hal serupa juga dikemukakan Kepala Seksi Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Dinas Kehutanan Kalimantan Selatan, Bambang Marwanto. Meski mengalami kondisi kemarau basah dimana hujan masih turun di beberapa wilayah namun kebakaran hutan dan lahan terus terjadi di Kalsel.
"Jika dibandingkan tahun lalu Karhutla di Kalsel lebih sedikit dan terkendali. Sejauh ini luas kebakaran hutan dan lahan di wilayah Provinsi Kalsel seluas lebih kurang 350 hektar," tuturnya.
baca juga: Belajar Ketahanan Pangan Dari Po Teumerehom Teungku Di Kandang
BPBD Kalsel mencatat sepanjang kemarau 2019, lebih dari 2.500 hektar lahan gambut di Kalsel terbakar. Sedangkan luas karhutla mencapai hampir 7.000 hektar yang terbesar adalah areal lahan pertanian akibat adanya kegiatan pembersihan dan persiapan musim tanam oleh petani maupun korporasi. Sedangkan berdasarkan data Kementerian LHK, luas kebakaran hutan dan lahan di Kalsel pada 2019 mencapai 137.848 hektar. Meski demikian Tim Satgas Karhutla baik darat maupun udara (water boombing) terus berupaya mengatasi kebakaran dengan menggalakkan kegiatan patroli dan aksi pemadaman kebakaran. (OL-3)
BMKG deteksi 113 titik panas di Riau per 18 Maret 2026. Bengkalis dan Dumai mendominasi. Simak update pemadaman karhutla oleh tim gabungan BPBD di sini.
KEMENTERIAN Kehutanan (Kemenhut) terus memperkuat upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
REGU pemadam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari Manggala Agni terus mengintensifkan upaya pemadaman di sejumlah titik api di Provinsi Riau dan Kepulauan Riau.
LUAS kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau pada periode Januari-Februari 2026 mencapai 4.400 hektare dan 94% di antaranya berada di lahan gambut (4.173,82 ha).
KABUT asap dilaporkan menyelimuti Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, pada Rabu (11/3) pagi.
BMKG imbau waspada karhutla 2026 karena curah hujan di bawah rata-rata. Simak wilayah prioritas dan langkah mitigasi OMC dari BNPB dan Menhut.
PEMERINTAH Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) akan membentuk dan merekrut 50 orang relawan Komando Cadangan (Komcad) guna memperbesar dan memperkuat kemampuan TNI.
Inovasi ini bertujuan mempercepat distribusi bahan pokok ke wilayah yang mengalami kendala pasokan atau lonjakan harga signifikan.
Peristiwa terbakarnya batubara di kawasan tambang KM 171, Kecamatan Satui, Kabupaten Tanah Bumbu menjadi bukti buruknya tata kelola pertambangan di Provinsi Kalimantan Selatan.
BNPB menyebur memasuki awal Maret, bencana hidrometeorologi masih mendominasi di sejumlah wilayah Indonesia, terutama di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) dan Jawa Timur (Jatim).
Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan menyatakan bahwa paparan dan usulan yang disampaikan oleh Anggota DPD RI Muhammad Hidayattollah menjadi catatan dan atensi bagi kementerian.
KEMENTERIAN Lingkungan Hidup akan melakukan audit lingkungan terhadap 182 perusahaan tambang dan sawit yang dinilai menjadi penyebab kerusakan lingkungan dan bencana banjir
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved