Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
HARGA cabai berbagai jenis di Pasar Tradisional Labuanbajo Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), terus turun. Padahal sebelumnya sempat tembus Rp85 ribu/kg. Kini harganya turun drastis hanya Rp15 ribu/kg, karena panen melimpah.
Elisabet Losa pedagang sayur mayur di pasar baru Desa Gorontalo, Labuanbajo mengatakan menurunnya harga cabe berbagai jenis karena banyaknya pasokan dari beberapa wilayah. Seperti dari kabupaten Ngada, Manggarai Timur dan Manggarai yang saat ini panen cabai.
"Cabai dan sayuran belakangan ini harganya terus menurun, sebab banyak pasokan membuat adanya persaingan harga sehingga harga cabai turun. Harganya sekarang Rp15 ribu/kg" uajar Elisabeth, Rabu (9/9).
Terkait ini, Kepala Dinas Perindustrian UMK dan Perdagangan Mabar, Fransiskus Xaverius Syukur menyatakan memang terjadi kondisi sebalinya. Sebelumnya terjadi kenaikan harga cabai dan sayuran sangat signifikan, karena pasokan sedikit.
"Kalau harga cabai berbagai jenis menurun karena pasokan terus meningkat sehingga terjadi persaingan harga jual sehingga harga turun mencapai Rp15 ribu/kg. Pasokan banyak penjual membutuhkan dagangannya laku ya harga turun," terangnya.
Untuk harga bawang merah dan putih, jelas dia, masih menunggu pasokan sehingga harga naik dalam sebulan belakangan ini. Intervensi pasar akan dilakukan dengan mendatangkan barang dari luar NTT, seperti dari Sulawesi, Bali atau Jawa.
"Tentu pedagang akan datangkan Bawang baik dari NTB, Bali, Jawa maupun Sulawesi agar bisa memenuhi kebutuhan masyarakat. Hal ini tak lama lagi, "katanya. (OL-13)
Baca Juga: Buka Akses Jalan Selatan Sumba, NTT Siapkan Rp80 Miliar
Selain itu, cabai merah turun Rp3.816 menjadi Rp52.184/kg, bawang merah turun Rp833 menjadi Rp43.484/kg, serta bawang daun turun Rp630 menjadi Rp8.700/kg.
Harga bahan kebutuhan pokok masyarakat di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, kembali normal sementara, pasokan maupun stok aman dan lancar menjelang Ramadan.
Harga sejumlah komoditas pangan di Pasar Gedhe Klaten, Jawa Tengah, terpantau mulai stabil dan cenderung menurun, paling signifikan terjadi pada komoditas cabai dan telur ayam.
Kebutuhan cabai besar di Kepri mencapai 12.074 ton per tahun. Namun, produksi lokal saat ini baru berada di angka 4.508 ton.
Telur ayam dijual Rp22 ribu per kg, sementara harga di pasaran Rp28 ribu per kg. Gula pasir dijual Rp14.500 per kg, lebih murah dibanding harga pasar Rp17 ribu per kg.
Harga telur ayam semula Rp 31.500 menjadi Rp29 ribu, normalnya Rp 26 ribu perkg, bawang merah Rp 43 ribu, bawang putih Rp40 ribu, cabai rawit merah Rp 54 ribu, cabai keriting Rp 62 ribu.
Pemprov Jateng juga mengandalkan sistem pemantauan harga harian di pasar-pasar tradisional untuk mendeteksi potensi kenaikan harga sejak dini.
Beberapa komoditas pangan seperti cabai dan sayur justru mengalami penurunan harga dalam beberapa waktu terakhir.
Gubernur Bangka Belitung. Hidayat Arsani mengatakan, cabai merupakan salah satu pangan yang menyumbang inflasi di Babel.
Selain itu, cabai merah turun Rp3.816 menjadi Rp52.184/kg, bawang merah turun Rp833 menjadi Rp43.484/kg, serta bawang daun turun Rp630 menjadi Rp8.700/kg.
Harga cabai rawit merah yang sempat melonjak hingga Rp80.000 per kg, sekarang hanya Rp36.000 per kg. Harga telur ayam ras dari Rp30.000 menjadi Rp28.000 per kg.
Harga cabai rawit dan telur di Pasar Gedhe Klaten turun hari ini 13 Januari 2026. Cek daftar lengkap harga sembako terbaru jelang Ramadan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved