Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
DUA korban penganiayaan yang diduga dilakukan seorang anggota DPRD Sumatera Utara bersama teman-temannya, ternyata personel polisi yang bertugas menjadi ajudan dua petinggi Polda .
Kapolda Sumut Irjen Martuani Sormin membenarkan hal itu. Kedua polisi yang saat ini masih dirawat di RS Bhayangkara Medan tersebut adalah Brigadir Kepala Karingga Ginting, Banit Kompi 4 Batalion C Sat Brimob, dan Bripka Mario, personel Direktorat Lalu Lintas Polda Sumut.
"Iya, keduanya ajudan Dansat Brimob dan Dirlantas Polda Sumut," kata Kapolda, Rabu (22/7).
Karingga Ginting merupakan ajudan Komandan Satuan Brimob, Kombes Abu Bakar Tertusi. Sedangkan Mario adalah ajudan Kombes Wibowo, Direktur Lalulintas Polda Sumut.
Kapolda mengaku sudah menjenguk kedua anggotanya tersebut di RS Bhayangkara Medan. Selain untuk melihat kondisi, juga memberikan dukungan dan semangat kepada mereka.
"Seluruh proses penegakan hukum juga tetap berjalan sesuai dengan prosedur," imbuh Kapolda.
Sebelumnya, Kabid Humas Polda Sumut Kombes Tatan Dirsan Atmaja mengungkapkan penganiayaan terjadi setelah anggota DPRD Sumut dari PDI Perjuangan berinisial KHS, menerima pesan singkat melalui Whatsapp dari seorang wanita.
Baca Juga: Bermula dari WA Wanita, Anggota DPRD Sumut Aniaya Polisi
Akibat peristiwa yang terjadi di parkiran diskotik di gedung Capital Building, Kota Medan, pada Jumat(19/7) dinihari, ini Karingga Ginting mendapatkan empat jahitan di bagian kepala dan kerusakan tengkorak kepala agak akibat pukulan yang diduga benda tumpul.
Ruas jari telunjuk kirinya juga mengalami pergeseran serta luka lecet dan lebam di bagian wajah. Sedangkan Mario mengalami luka di bagian kepala sebelah kanan, luka dan lebam di wajah serta tulang rusuk. (OL-13)
Kemeninves sampai Danantara diyakini bisa menjadi jalan keluar terbaik untuk mengelola lahan perkebunan sampai pertambangan ini.
Barita mengatakan upaya hukum ini diharapkan dapat memberikan kejelasan terhadap penyebab bencana di Sumatra.
Pembangunan huntara dilakukan di tiga provinsi terdampak bencana di Sumatra. Rinciannya, sebanyak 16.282 unit huntara dibangun di Aceh, 947 unit di Sumatra Utara, dan 618 unit di Sumatra Barat.
Negara harus memastikan bahwa pencabutan perizinan berusaha di Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat.
Suhu udara rata-rata 11 hingga 32 derajat Celcius dengan kelembaban udara 56-99 persen dan angin bertiup dari Selatan hingga Barat dengan kecepatan 3 hingga 7 km per jam.
Merujuk dari terakhir pemerintah, bencana banjir dan longsor akhir November 2025 lalu menyebabkan 208.693 unit rumah di Aceh rusak.
Penahanan Bahar bin Smith ditangguhkan setelah pengajuan dari kuasa hukum dan jaminan keluarga. Polisi memastikan proses hukum tetap profesional dan transparan.
BAHAN bin Smith ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi dalam kasus dugaan penganiayaan terhadap anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser). Polisi ungkap peran Bahar bin Smith
DANIRIANSYAH, warga Dusun Mlaten, Desa Sidokepung, Kecamatan Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, mengalami penganiayaan oleh tiga orang tak dikenal selama perjalanan dalam mobil.
BAHAR bin Smith akan diperiksa polisi pada 4 Februari 2026 sebagai tersangka kasus dugaan penganiayaan dan pengeroyokan oleh Polres Metro Tangerang Kota.
TERSANGKA kasus dugaan penganiayaan Bahar bin Smith akan diperiksa polisi pada 4 Februari 2026. Bahar bin Smith ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penganiayaan dan pengeroyokan
TERSANGKA kasus dugaan penganiayaan Bahar bin Smith akan diperiksa polisi pada 4 Februari 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved