Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPOLISIAN telah mendapatkan informasi mengenai ihwal terjadinya penganiayaan terhadap dua personel Polda Sumut oleh seorang anggota DPRD Sumut dan rekan-rekannya di parkiran diskotik yang berada di Capital Building, Kota Medan, Minggu (19/7) dinihari.
Kabid Humad Polda Sumut Kombes Tatan Dirsan Armaja mengungkapkan, penganiayaan terjadi setelah anggota DPRD Sumut tersebut menerima pesan singkat melalui Whatsapp (WA) dari seorang wanita.
"Awalnya anggota DPRD berinisial KHS menerima pesan Whatsapp dari teman wanitanya yang mengaku dipukul oleh anggota polisi," ujar Tatan, Rabu (22/7).
Dalam rekaman kamera tersembunyi (CCTV), polisi melihat seorang wanita berdebat dengan seorang pria. Namun, tiba-tiba seorang pria berbaju merah langsung memukul pria berpakaian hitam yang sedang berdebat.
Pria berbaju hitam tersebut adalah salah satu dari dua polisi yang menjadi korban penganiayaan. Setelah terkena pukulan, pria berbaju hitam itu terjatuh.
Saat mencoba berdiri, ia kembali dihujani pukulan oleh beberapa pria lain. Tindakan itu terkait dengan kejadian sebelumnya.
Sebelum kejadian itu, Bripka Karingga Ginting, Banit Kompi 4 Batalion C Satuan Brimob Polda Sumut, tiba lebih dulu di lokasi kejadian atas undangam rekannya. Baru disusul Bripka Mario, Personel Direktorat Lalu Lintas Polda Sumut, yang datang di lokasi yang sama setengah jam kemudian.
Tidak lama kemudian terjadi keributan antara kelompok KHS, anggota DPRD Sumut, dengan kelompok lain. Keributan tersebut berimbas kepada kedua anggota Polri tersebut.
"Anggota DPRD Sumatera Utara berinisial KHS bersama rekannya berkelahi dengan kelompok lain, tetapi kedua polisi terkena imbas hingga dipukuli di lokasi," katanya.
Baca Juga: Oknum Anggota DPRD Sumut Aniaya Dua Personel Ditlantas Polda
Mario awalnya ingin menghindar, tetapi ia mencoba menolong Karingga Ginting yang mengalami penganiayaan oleh kelompok anggota DPRD Sumut dari Fraksi PDIP tersebut. Namun, Mario pun menjadi sasaran penganiayaan kelompok anggota dewan yang terhormat tersebut yang berjumlah 20 orang.
Beruntung tim Opsnal Intel Polrestabes Medan segera datang ke lokasi kejadian. Tim pun langsung membawa kedua polisi tersebut ke RS Materna untuk mendapatkan pertolongan pertama dan kemudian dirujuk ke RS Bhayangkara Medan.
Akibat kejadian ini Karingga Ginting mendapatkan empat jahitan di kepala dan kerusakan tengkorak kepala agak akibat pukulan yang diduga benda tumpul.
Ruas jari telunjuk kirinya juga mengalami pergeseran serta luka lecet dan lebam di bagian wajah. Sedangkan Mario mengalami luka di bagian kepala sebelah kanan, luka dan lebam di wajah serta tulang rusuk. (OL-13)
Baca Juga: Dua Bandar Narkoba Tewas Ditembak, 15 Lainnya Ditangkap
Kemeninves sampai Danantara diyakini bisa menjadi jalan keluar terbaik untuk mengelola lahan perkebunan sampai pertambangan ini.
Barita mengatakan upaya hukum ini diharapkan dapat memberikan kejelasan terhadap penyebab bencana di Sumatra.
Pembangunan huntara dilakukan di tiga provinsi terdampak bencana di Sumatra. Rinciannya, sebanyak 16.282 unit huntara dibangun di Aceh, 947 unit di Sumatra Utara, dan 618 unit di Sumatra Barat.
Negara harus memastikan bahwa pencabutan perizinan berusaha di Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat.
Suhu udara rata-rata 11 hingga 32 derajat Celcius dengan kelembaban udara 56-99 persen dan angin bertiup dari Selatan hingga Barat dengan kecepatan 3 hingga 7 km per jam.
Merujuk dari terakhir pemerintah, bencana banjir dan longsor akhir November 2025 lalu menyebabkan 208.693 unit rumah di Aceh rusak.
Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta mendorong integrasi antarmoda dan kesetaraan akses transportasi publik untuk menekan ketergantungan kendaraan pribadi.
Profil Megawati Soekarnoputri, Presiden RI ke-5 dan presiden perempuan pertama Indonesia, menelusuri perjalanan politik, kebijakan, dan warisan kepemimpinannya.
Anggota Komisi VIII DPR RI, Wibowo Prasetyo, meminta Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) memperluas jangkauan distribusi bantuan bagi para korban
PDI Perjuangan berupaya menekan biaya politik melalui semangat gotong royong dan aturan internal partai.
Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani menegaskan bahwa posisi partainya di luar pemerintahan justru menuntut tanggung jawab politik dan moral yang lebih besar dalam menjaga arah pembangunan
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-53 PDI Perjuangan
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved