Selasa 23 Juni 2020, 22:34 WIB

Demo Tolak Kedatangan TKA Asal Tiongkok Berlanjut Hingga Malam

Antara | Nusantara
Demo Tolak Kedatangan TKA Asal Tiongkok Berlanjut Hingga Malam

ANTARA FOTO/Jojon
Mahasiswa melakukan orasi dan membakar ban bekas di areal pintu Bandara Udara Haluoleo menolak kedatangan TKA asal Tiongkok, hari ini.

 

AKSI unjuk rasa penolakan terhadap kedatangan 500 orang tenaga kerja asing (TKA) di Provinsi Sulawesi Tenggara untuk bekerja di PT VDNI dan PT OSS Morosi, Kabupaten Konawe, berlanjut hingga Selasa malam.

Ratusan massa pengunjuk rasa tetap bertahan dan melakukan orasi secara bergantian di simpang empat Desa Ambaipua, Kecamatan Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel).

Ratusan massa aksi pengunjukrasa berupaya untuk masuk ke dalam Bandara Haluoleo, namun ditahan oleh brigade pihak kepolisian, sehingga massa aksi tetap berada di simpang empat Desa Ambaipua. Unjuk rasa di lokasi ini dilakukan sejak siang dan tetap berlangsung hingga malam hari pukul 22.46 Wita.

Sebelumnya pihak kepolisian menurunkan dua ekor anjing pelacak untuk mengamankan aksi unjuk rasa penolakan 500 orang tenaga kerja asing (TKA) di simpang empat Ambaipua menuju Bandara Haluoleo, Kecamatan Ranomeeto Kabupaten Kobawe Selatan, hari ini.

Baca juga: Anggota DPR Kritik Masuknya 500 TKA ke Indonesia

Selain menyiapkan dua ekor anjing pelacak, pihak kepolisian juga menyiapkan dua unit mobil water canon dan gas air mata untuk menghalau pengunjuk rasa masuk di Bandara Haluoleo.

Para massa aksi dari berbagai elemen melakukan aksi untuk rasa tepat di simpang empat Ambaipua, Kecamatan Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan menuju Bandara Haluoleo.

Dalam orasinya, massa menegaskan bahwa mereka menolak kedatangan 500 TKA di wilayah Sulawesi Tenggara. Selain itu mereka juga menyampaikan rasa kekecewaannya kepada Gubernur Sultra dan Ketua DPRD Sultra yang telah mengizinkan para TKA masuk.

Ratusan pengunjuk rasa mencoba menuju ke Bandara Haluoleo, namun ditahan oleh brigade keamanan dari pihak kepolisian.
 
Sementara itu, akibat adanya aksi unjuk rasa penolakan terhadap kedatangan 500 orang TKA di Sultra untuk bekerja membangun smelter di PT VDNI dan OSS Morosi, Konawe, mengakibatkan jalan menuju ke Bandara Haluoleo terganggu.

Sejauh ini, aksi unjuk rasa masih berjalan kondusif. Sementara untuk arus lalu lintas cukup terganggu karena pengunjukrasa memeriksa kendaraan roda empat yang keluar dari bandara guna mengecek apakah ada warga negara asing khususnya TKA China di dalam mobil.

Untuk diketahui, hari ini Selasa (23/6) dijadwalkan sebanyak 156 TKA asal China akan tiba di Bandara Haluoleo Kendari. 156 TKA itu adalah gelombang pertama dari 500 TKA yang akan datang di Sultra.(OL-4)

Baca Juga

Antara

Tiga Wakil Rektor USU Tolak SK Rektor Soal Autoplagiat

👤Yoseph Pencawan 🕔Sabtu 16 Januari 2021, 21:24 WIB
Ketiganya meyakini keputusan tersebut tidak melalui mekanisme pengambilan keputusan yang sesuai...
ANTARA FOTO/Umarul Faruq

Gunung Semeru Kembali Keluarkan Awan Panas Guguran 4,5 Km

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 16 Januari 2021, 20:30 WIB
Gunung Semeru mengeluarkan awan panas dengan jarak 4,5 kilometer di daerah sekitar Sumber Mujur dan Curah Koboan, saat ini menjadi...
Dok MI

Ini Alasan Kubu Muryanto Tuding SK Rektor Runtung Janggal

👤Yoseph Pencawan 🕔Sabtu 16 Januari 2021, 20:24 WIB
Hal itu karena SK tersebut belum final tetapi sudah terdistribusi...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya