Rabu 06 Mei 2020, 10:56 WIB

Anggota DPR Kritik Masuknya 500 TKA ke Indonesia

mediaindonesia.com | Politik dan Hukum
Anggota DPR Kritik Masuknya 500 TKA ke Indonesia

Istimewa/DPR
Anggota Komisi VI DPR RI Herman Khaeron.

 

SEJUMLAH anggota Dewan mengkritisi masuknya 500 tenaga kerja asing (TKA) asal Tiongkok ke Kendari, Sulawesi Tenggara. Bahkan, anggota Komisi VI DPR RI Herman Khaeron menganggap hal tersebut tidak adil, lantaran banyaknya masyarakat yang banyak terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) selama masa pandemi Covid-19.

“Tentu tidak adil rasanya bagi kita, DPR harus bersuara terkait masuknya 500 tenaga kerja asing dan mungkin masih banyak lainnya yang akan masuk ke Indonesia. Di tengah banyak PHK, marilah kita bersuara,” kata Herman dalam interupsinya pada Rapat Paripurna di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Selasa (5/5).

Politikus Partai Demokrat tersebut menyampaikan bahwa dalam beberapa minggu terakhir dirinya banyak menerima aspirasi terkait masuknya TKA tersebut. Untuk tu, ia mengajak seluruh anggota Dewan yang hadir pada Rapat Paripurna untuk menyuarakan aspirasi masyarakat kepada Pemerintah.

“Karena bagaimanapun anak-anak bangsa kita ini juga memiliki kemampuan. Saya kira ini harus kita dorong, (masyarakat Indonesia) harus kita berikan ruang yang cukup dan tentu untuk berkarya lebih baik lagi dibandingkan dengan ruang pekerjaan yang kemudian diambil TKA,” imbuh legislator dapil Jawa Barat VIII itu.

Hal senada, anggota Komisi IX DPR RI Kurniasih Mufidayati meminta kepada Pimpinan DPR RI agar mendesak Pemerintah menghentikan penerimaan TKA hingga pandemi virus Covid-19 dan resesi ekonomi saat ini berakhir.

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini juga mendorong pemerintah untuk membuka peluang sebesar-besarnya kepada tenaga lokal guna mengurangi gejolak sosial akibat banyaknya angka pengangguran.

“Hingga April 2020 ini, Kemenaker dan BPJS Ketenagakerjaan mencatat ada sekitar 2,8 juta pekerja yang terkena dampak pandemi Covid-19. Menurut data Center of Reform in Economic Indonesia, angka tersebut akan semakin bertambah hingga bisa mencapai angka 9 jutaan,” papar legislator dapil DKI Jakarta II tersebut.

Sebagai informasi, 500 TKA asal Tiongkok itu rencananya akan berkerja di PT. Virtue Dragon Nickel Industry dan PT Obsidian Stainless Steel di Sulawesi Tenggara. Meski telah disetujui Pemerintah, kedatangan tersebut ditolak oleh Gubernur dan DPRD Sulawesi Tenggara. Hingga saat ini, Kementerian Ketenagakerjaan menunda rencana tersebut sampai keadaan normal dan dinayatakan aman dari Covid-19.(OL-09)

Baca Juga

INSTAGRAM/KYAI_MARUFAMIN

Wapres: Pemerintah Siapkan Rp22 T untuk Digitalisasi Pemerintahan

👤Antara 🕔Selasa 07 Juli 2020, 22:27 WIB
Pengembangan teknologi digital menjadi salah satu prioritas pembangunan pemerintah untuk menunjang perbaikan pelayanan publik, terutama...
Istimewa

Pengamat: Reshuflle, Obat Pahit Terbaik Jokowi Menuju New Normal

👤Muhamad Fauzi 🕔Selasa 07 Juli 2020, 22:20 WIB
PRESIDEN Jokowi membutuhkan menteri Kabinet Indonesia Maju yang punya karakter asli sebagai pekerja keras, cepat, tanggap, responsif, jujur...
MI/Briyan B Hendro

Lebih dari 22 Triliun Disiapkan Pemerintah untuk Digitalisasi

👤Antara 🕔Selasa 07 Juli 2020, 22:14 WIB
Pengembangan teknologi digital menjadi salah satu prioritas pembangunan pemerintah untuk menunjang perbaikan pelayanan publik, terutama...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya