Headline
Ada unsur yang ingin Indonesia chaos.
TERUS bertambahnya pasien positif covid-19 di Kota Ternate, Maluku Utara menyebabkan tempat karantina pasien di Hotel Veliya melebihi kapasitas. Akibatnya pasien yang tidak tertampung melakukan isolasi mandiri di rumah. Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Ternate, Muhammad Asagaf membenarkan bahwa ada pasien yang hasil swab positif covid-19 harus menjalani isolasi mandiri di rumah.
"Benar kalau tempat isolasi untuk pasien Covid-19 di Kota Ternate penuh karena terus bertambahnya pasien positif, sehingga dikarantina mandiri di rumah dengan mengikuti protokol kesehatan dan diawasi oleh tim medis," jata Asagaf, Senin (15/6).
baca juga: Pusat Perbelanjaan Diawasi Ketat
Adapun tempat karantina yang mengalami kelebihan kapasitas adalah Hotel Veliya dan Hotel Dragon. Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Ternate akan mencari lokasi karantina baru agar semua pasien positif tidak melakukan isolasi mandiri di rumah.
"Saat ini ada sekitar 12-14 pasien yang terkonfirmasi positif menjalani isolasi mandiri di rumah. Dalam waktu dekat mereka akan kami pindahkan ke lokasi karantina," pungkasnya. (OL-3)
Kerja sama biosekuriti yang kuat tidak hanya membantu melindungi masing-masing negara, tetapi juga kesehatan, stabilitas, dan ketahanan seluruh kawasan.
Sistem ini melibatkan koordinasi antara maskapai penerbangan, operator kapal, pengelola pelabuhan, bandara, fasilitas kesehatan, dan dinas kesehatan.
Anak-anak yang menderita ketiga penyakit (mumps, HFMD dan varicella) harus tidak boleh masuk sekolah, harus diam di rumah karantina, isolasi, physical distancing.
KETUM IDI Mohammad Adib Khumaidi mengatakan untuk mencegah perluasan penyakit menular di lingkungan sekolah seperti gondong dan cacar air, karantina dapat dilakukan.
Badan Karantina Indonesia (BKI) akan membentuk sistem karantina terpadu melibatkan tiga negara Indonesia, Malaysia dan Brunei yang disebut Borneo Quarantine Sistem.
Selama masa karantina, peserta akan dibekali dengan pelatihan intensif dan berbagai tantangan untuk mengasah kemampuan mereka..
Campak lebih menular empat hingga lima kali lipat dibanding covid-19. Karenanya, cakupan imunisasi harus amat tinggi supada ada herd imunity.
Penelitian terbaru mengungkap infeksi flu biasa atau rhinovirus mampu memberi perlindungan jangka pendek terhadap covid-19.
PASCAPANDEMI, penggunaan masker saat ini mungkin sudah tidak menjadi kewajiban. Namun demikian, penggunaan masker nyatanya menjadi salah satu benda penting untuk melindungi diri.
Pengurus IDI, Iqbal Mochtar menilai bahwa kekhawatiran masyarakat terhadap vaksin berbasis Messenger Ribonucleic Acid (mRNA) untuk covid-19 merupakan hal yang wajar.
Teknologi vaksin mRNA, yang pernah menyelamatkan dunia dari pandemi covid-19, kini menghadapi ancaman.
Menteri Kesahatan AS Robert F. Kennedy Jr. membuat gebrakan besar dengan mencabut kontrak dan membatalkan pendanaan proyek vaksin berbasis teknologi mRNA, termasuk untuk covid-19.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved