Headline
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Kumpulan Berita DPR RI
Penjualan daging sapi di Temanggung, Jawa Tengah juga terpengaruh pandemi covid-19. Sejak wabah ini berlangsung, penjualan daging sapi di daerah ini turun rata-rata 60 persen. Kondisi ini dikeluhkan para pedagang.
Sumarsih, seorang penjual daging di Pasar Kliwon Temanggung mengeluhkan sepinya penjualan sejak mulai ditemukan kasus virus covid-19 di daerah itu sekitar 2,5 bulan terakhir.
"Kalau harganya masih bertahan Rp115.000 sejak hari raya Idul Fitri tahun lalu. Tapi penjualannya sepi karena korona. Turun sekitar 60 persen," tutur Sumarsih, Minggu (10/5).
Ia mengatakan belakangan banyak konsumen membatalkan pembelian daging sapi karena acara hajatan termasuk nyadran sebelum bulan Ramadan ditiadakan. Kondisi ini kian diperparah dengan aturan pembatasan waktu berdagang untuk para
pedagang kaki lima, sehingga pedagang kaki lima banyak yang enggan berjualan.
"Banyak yang batal beli karena ada aturan pembatasan jam penjualan. Padahal konsumen daging sapi kebanyakan pedagang kaki lima," katanya.
Pada kondisi normal, Sumarsih mengaku bisa menjual daging sapi hingga dua kuintal per hari. Namun belakangan sangat sepi. Ia hanya membawa stok daging sapi 60-70 kilogram per hari.
"Itu pun sering sisa, sehingga saya simpan di lemari pendingin yang tersedia di pasar," lanjutnya.
Baca juga: 291 Orang Terjaring Razia PSBB di Sidoarjo
Sitikomah, pedagang lainnya juga mengeluhkan hal yang sama. Biasanya saat kondisi normal ia bisa menjual lebih dari satu kuintal daging sapi. Namun belakangan paling banyak hanya membawa stok setengah kuintal. Menurutnya, stok setengah kuintal kerap masih sisa.
"Soalnya sekarang acara hajatan ditunda, padahal biasanya pesanan banyak sejak sebelum bulan puasa untuk acara sadranan dan saat masuk bulan puasa untuk pengajian. Sekarang tidak ada pesanan sama sekali," ungkap Sitikomah.
Istikomah, pedagang lainnya mengatakan penjualannya turun lebih dari 50 persen sejak pandemi korona. Ia berharap kondisi ini akan segera membaik pada saat menjelang Hari Raya Idul Fitri.
"Mudah-mudahan menjelang hari raya nanti penjualan ramai lagi," katanya. (OL-14)
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dengan tegas melarang seluruh Rumah Potong Hewan (RPH) menaikkan harga daging sapi.
Pemerintah bergerak cepat mencegah lonjakan harga daging sapi menjelang Ramadan.
Pengawasan pergerakan harga dilakukan secara koordinasi lintas sektor. Salah satunya mengawasi harga komoditas yang bisa memengaruhi inflasi.
Harga beras kelas medium masih berkisar Rp13.500-Rp14.500 per kilogram, harga bawang putih Rp40.000-Rp45.000 per kilogram, bawang merah Rp30.000-Rp35.000 per kilogram.
Para pelaku usaha di sektor pangan diminta untuk semakin taat menjalankan harga acuan pemerintah jelang Ramadan.
Pelaku usaha daging impor reguler menilai kebijakan pemerintah memangkas kuota impor daging sapi bagi swasta tidak tepat sasaran.
Dalam pola makan seimbang, daging berperan penting untuk pertumbuhan, kekuatan otot, dan daya tahan tubuh. Namun, konsumsinya tetap perlu dibatasi dan diolah dengan cara sehat
Perumda Dharma Jaya memastikan bahwa stok daging untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 sudah aman.
Pergub Nomor 36 tahun 2025 merupakan perubahan atas Peraturan Gubernur nomor 1999 tahun 2016 tentang Pengendalian Hewan Penular Rabies.
Dengan langkah penyimpanan yang tepat, sisa daging tetap lezat, aman, dan siap disantap keesokan harinya.
Daging merupakan salah satu bahan pangan utama karena mengandung protein hewani, zat besi, zinc, dan vitamin B kompleks yang penting bagi pertumbuhan dan kesehatan tubuh.
Risiko kontaminasi bakteri dapat terjadi akibat air yang digunakan di rumah belum tentu sebenarnya berada dalam kondisi yang higienis, baik menggunakan air galon maupun keran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved