Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
SEJUMLAHG relawan ‘Jabar Bergerak’ menerobos batas pos pemeriksaan yang dijaga aparat gabungan berada di Simpang Padayungan dan Cimulu, tepat Jalan dr Soekardjo, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya, Jumat (8/5).
Para rombongan yang terdiri sejumlah mobil itu tak mengindahkan arahan petugas yang berjaga.
Berdasarkan pantauan dibeberapa di lokasi, para petugas pemeriksaan telah berusaha mengarahkan relawan yang berada di dalam mobil supaya tidak berdekatan dan diminta penumpang yang berada di bangku depan mobil diminta untuk pindah ke bangku belakang.
Namun, mereka tak mengindahkan arahan petugas hingga salah satu rombongan tak membuka kaca mobil yang dikendarainya dan terus jalan menorobos pos pemeriksaan.
"Maaf ibu buka kaca pintunya, dan ibu ini mau kemana?saya dari Jabar Bergerak pak, jawab pengemudi," kata tim gugus tugas di lokasi, Jumat (8/5).
Rombongan Jabar Bergerak membagi-bagikan paket makanan berupa nasi bungkus di Taman Kota Tasikmalaya. Padahal, kawasan taman merupakan salah satu pusat keramaian yang telah dijaga petugas agar tidak menimbulkan kerumunan. Bahkan, relawan Jabar Bergerak sempat dibubarkan petugas Satpol PP karena membuat keramaian saat membagikan paket makanan ke warga.
Baca juga :Pemkab Brebes Tulis Nama Penerima di Tas Bansos Terdampak Covid
Salah seorang perwakilan Jabar Bergerak, Yeni mengatakan, pembagian paket itu telah dilakukannya hari pertama PSBB diberlakukan. Namun, sebelumnya mereka menggandeng RT dan RW setempat untuk distribusi bantuan agar tidak menimbulkan kerumunan tetapi dari pembagian itu di luar ekspetasi karena warga membludak.
"Saya bersama rombongan relawan membagi paket bagi warga di Tasikmalaya, tapi semua yang diberikannya membludak dan selama ini sudah maksimal. Untuk paket yang diberikan akan tetap dilakukannya di masa pandemi, agar semuanya terbagi," ujarnya.
Berdasarkan informasi yang didapatkan dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Tasikmalaya, kegiatan sosial relawan Jabar Bergerak bagi-bagi nasi bungkus yang berada di Taman Kota tidak memiliki surat izin dan relawan juga tidak berkoordinasi dengan Gugus Tugas dalam melakukan aksi itu.
Koordinasi dengan Gugus Tugas Percepatan Covid-19 dilakukan pada hari pertama PSBB pada Rabu (6/5). Namun, aksi selanjutnya di hari Jumat ini dinilai tidak ada izin resmi dari Gugus Tugas dan seharusnya rombongan itu harus mematuhi aturan apalagi dari mereka ada informasi telah menerobos Pos pembatas yang dijaga tim gabungan. (OL-2)
Penutupan aktivitas tambang emas rakyat dilakukan dengan melibatkan banyak pihak.
SATUAN Narkoba Polres Tasikmalaya Kota berhasil menangkap lima tersangka pengedar sabu, tembakau gorila, obat terlarang melalui media sosial dengan Cash on Devilery (COD).
PESANTREN Tarekat Idrisiyyah Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, menggelar kick off transformasi pendidikan.
Setelah kepulangan korban, Pemkab Tasikmalaya juga melakukan pendampingan hingga pemulihan korban.
Harga telur ayam semula Rp 31.500 menjadi Rp29 ribu, normalnya Rp 26 ribu perkg, bawang merah Rp 43 ribu, bawang putih Rp40 ribu, cabai rawit merah Rp 54 ribu, cabai keriting Rp 62 ribu.
MENTERI Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia, Bahlil Lahadalia, mengapresiasi komunitas Clean The City.
Presiden Joko Widodo mengaku bingung dengan banyaknya istilah dalam penangan covid-19, seperti Pembatasan Sosial Berskala Besar hingga Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat.
Demi membantu UMKM untuk bangkit kembali, influencer Bernard Huang membuat gerakan yang diberi nama PSBB atau Peduli Sesama Bareng Bernard dii Kota Batam.
Kebijakan itu juga harus disertai penegakan hukum yang tidak tebang pilih, penindakan tegas kepada para penyebar hoaks, dan jaminan sosial bagi warga terdampak.
Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 20.155 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 6.934 positif dan 13.221 negatif.
Untuk menertibkan masyarakat, tidak cukup hanya dengan imbauan. Namun harus dibarengi juga dengan kebijakan yang tegas dalam membatasi kegiatan dan pergerakan masyarakat di lapangan.
Epidemiolog UI dr.Iwan Ariawan,MSPH, mengungkapkan, untuk menurunkan kasus Covid-19 di Indonesia, sebenarnya dibutuhkan PSBB seperti tahun 2020 lalu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved