Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
Dalam masa pandemi covid-19, berbagai lapisan masyarakat bahu-membahu membantu sesama yang terdampak wabah ini. Tak ketinggalan, sejumlah anak sekolah dasar (SD) turut berpartisipasi menyumbangkan sejumlah uang untuk dibelikan berbagai kebutuhan terkait covid-19, antara lain masker.
Keisha Nadira, bocah kelas 3 SDN Cimahi Mandiri hanyalah satu dari beberapa anak yang berhati mulia. Dia menitipkan uang celengan yang telah dikumpulkannya selama satu tahun untuk dibelikan masker bagi masyarakat melalui Pemerintah Kota Cimahi.
"Alhamdulillah ikhlas dan senang bisa ikut membantu, meskipun enggak banyak, cuma bisa dari celengan saja. Mudah-mudahan bermanfaat," kata Keisha saat menyerahkan uang dalam celengannya ke Wali Kota Cimahi, Ajay M. Priatna, Senin (20/4).
Awalnya, warga Kampung Ciseupan, Kelurahan Cibeber, Kecamatan Cimahi Selatan ini akan menyumbangkan celengannya pada dua minggu lalu. Namun, karena ayahnya masih sibuk, niatnya baru bisa dilaksanakan hari ini.
Menurut Keisha, dirinya merasa prihatin karena masih banyak orang yang belum sadar untuk menggunakan masker. Selain itu, banyak yang kurang sadar kebersihan, sehingga malas mencuci tangan.
"Niat saya bukan untuk ikut-ikutan seperti yang sudah dilakukan orang lain, tapi memang ingin membantu. Semoga semakin banyak yang menyumbang," ujarnya.
Didampingi langsung wali kota, Keisha membongkar dua celengan plastik miliknya. Kemudian mereka bersama-sama menghitung jumlah uang di dalamnya. Setelah dihitung, total uang yang terkumpul mencapai Rp758 ribu.
"Hari ini saya terima sumbangan dari Keisha, seorang anak SD yang peduli kepada saudara-saudaranya. Mudah-mudahan bermanfaat, total uangnya ada Rp 758 ribu," ungkap Ajay.
Ajay akan berkoordinasi dengan Ketua Gugus Tugas Satgas Covid-19 Cimahi agar uang sumbangan Keisha segera dimanfaatkan untuk membeli masker yang akan dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan.
"Mungkin akan dimanfaatkan sesuai keinginan Keisha, dibelikan masker. Semoga ini menjadi contoh bagi yang lain, terutama warga Cimahi yang mampu secara ekonomi untuk menyumbangkan sebagian hartanya," jelasnya. (ol-14)
Ledakan emosi orangtua sering kali dipicu oleh kondisi fisik dan psikis yang sedang tidak stabil.
Emosi yang bergejolak sering kali menjadi penghalang bagi orangtua untuk berpikir jernih.
Batuk pada kasus PJB memiliki mekanisme yang berbeda dengan batuk akibat virus atau bakteri pada umumnya.
Anak-anak adalah kelompok yang paling rentan saat bencana terjadi. Hal ini karena mereka umumnya belum memiliki kemampuan untuk mengekspresikan emosi secara verbal.
Identifikasi trauma pada anak memerlukan kepekaan khusus karena mereka belum mampu mengomunikasikan perasaan mereka secara verbal.
Kondisi tubuh yang kuat sangat diperlukan agar anak mampu menghadapi berbagai efek samping akibat kemoterapi.
Ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dipenuhi pendukung terdakwa Laras Faizati yang mengenakan masker dengan bagian mulut dilakban dengan simbol "X"
Pelajari 7 cara sederhana untuk melindungi anak-anak dari paparan polusi udara. Mulai dari penggunaan masker N95 hingga memilih transportasi ramah lingkungan.
Masker ini adalah masker soothing dengan kelembapan tinggi yang berubah dari bubuk menjadi tekstur sherbet saat bercampur dengan air.
PASCAPANDEMI, penggunaan masker saat ini mungkin sudah tidak menjadi kewajiban. Namun demikian, penggunaan masker nyatanya menjadi salah satu benda penting untuk melindungi diri.
Masker membantu melindungi diri dari polusi dan kuman penyebab penyakit.
BPBD Jawa Timur membagikan masker ke seluruh pengendara maupun warga di wilayah Jember dan sekitarnya, menyusul erupsi Gunung Raung yang menyemburkan abu vulkanik
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved