Rabu 08 April 2020, 12:56 WIB

Gelombang PHK Meningkat Daerah Kucurkan Jaring Pengaman Sosial

Akhmad Safuan | Nusantara
Gelombang PHK Meningkat Daerah Kucurkan Jaring Pengaman Sosial

ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho
Sejumlah pekerja pabrik berjalan di luar area pabrik saat jam istirahat di Boyolali, Jawa Tengah, Selasa (7/4/2020).

 

GELOMBANG pemutusan hubungan kerja (PHK) dan perumahan karyawan di beberapa daerah di Jawa Tengah terus berlanjut sebagai dampak virus korona. Daerah mulai kucurkan paket sembako sebagai jaring pengaman sosial. Beberapa daerah di Jawa Tengah seperti Kabupayen/Kota Semarang, Demak, Salatiga dan Kendal mulai melaporkan terjadinya PHK dan buruh dirumahkan.

Adapun alasan penutupan pabrik sebagai dampak korona, beberapa pengusaha mengungkapkan terjadi akibat tidak adanta bahan baku produksi dan kesulitan pemasaran yang sebagian besar dari Tiongkok. Sebagai dampak covid-19 ini, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Demak telah melampirkan sebanyak 8.000 warga Demak telah terkena PHK dan dirumahkannya karyawan karena perusahaan tempat mereka bekerja telah tutup.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Semarang Sutrisno mengatakan hingga saat ini ada 41 perusahaan yang telah melaporkan kepada Disnaker telah melakukan PHK maupun merumahkan para pekerja akibat covid-19 ini. Ada 1.835 pekerja kena PHK dan 2.448 pekerja dirumahkan.

Dari jumlah itu, lanjut Sutrisno, 962 orang yang terkena PHK dan 1.289 orang dirumahkan merupakan warga Kota Semarang, sedangkan sisanya adalah warga luar Kota Semarang seperti Kendal, Demak, Grobogan dan Kabupaten Semarang.

"Data itu bisa berubah setiap saat, bahkan laporan lain ada 300 buruh yang juga terkena PHK dan 17.000 orang terkena kebijakan perumahan," kata Sutrisno.

Sementara itu di Salatiga, Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dispernaker) Kota Salatiga Budi Prasetiyono mengungkapkan akibat pandemi virus korona ini, sudah ada puluhan pekerja yang dirumahkan tanpa diberi upah. Hal senada juga diungkapkan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Semarang, Djarot Supriyoto bahwa terjadinya PHK tersebut karena beberapa perusahaan tak mampu membayar upah buruh.

"Ada ribuan yang terkena PHK tetapi ada juga yang hanya dirumahkan sementara," imbuhnya.

baca juga: Persit Kartika Chandra Kirana Kodim Cianjur Produksi 1.000 Masker

Berdasarkan pengakuan dari pabrik, ujar Djarot, disebabkan pabrik kesulitan memperoleh bahan baku dan dari segi penjualan terkendala wabah korona. Sebagai dampak dari Korona ini, pemerintah daerah di Jawa Tengah mulaimengucurkan anggaran untuk memenuhi kebutuhan kesehatan dan jaring pengaman sosial yang nilainya mencapai ratusan miliar rupiah hasil dari penggeseran anggaran seperti dana alokasi khusus (DAK) di masing-masing daerah. (OL-3)
 

Baca Juga

Ist

Penegakan Hukum Pengambilan Mata Air Tanpa Izin Harus Disegerakan

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 25 Juni 2022, 16:06 WIB
Direktur Lingkar Madani Indonesia Ray Rangkuti bahkan mengingatkan, law enforcement harus disegerakan, guna menjaga dan melindungi hak...
MI/HO

Emak-Emak Kendal Ramaikan Lomba Futsal bersama Teman Sandi

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 25 Juni 2022, 12:23 WIB
Teman Sandi berharap dengan adanya kegiatan ini dapat membangkitkan semangat warga dan tentunya dapat mengajak masyarakat lebih...
MI/HO

Gelar Hackathon di Surabaya, Sahabat Ganjar Lanjut Cari Talenta Inovatif

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 25 Juni 2022, 12:17 WIB
Hackathon merupakan event kompetisi teknologi yang ditujukan untuk mahasiswa/i diseluruh penjuru Indonesia dengan tujuan menggali peran...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya