Headline
Istana minta Polri jaga situasi kondusif.
WARGA Kampung Hegarmanah, RT 03/04, Desa Sukatani, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, harus diungsikan ke tempat yang lebih aman karena wilayahnya mengalami pergerakan tanah dan longsor.
Bencana alam yang terjadi pada Selasa (11/2) malam tersebut merusak 10 rumah warga. Dua rumah di antaranya rusak parah dan hektaran sawah tertimbun longsor.
Pascakejadian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mensterilkan lokasi untuk menghindari jatuhnya korban jiwa. Warga menduga bencana diakibatkan sumbatan jalur air di bawah tol yang tidak jauh dari permukiman warga.
"Sebetulnya, pergerakan tanah terjadi sejak pekan lalu dan menutupi gorong-gorong air. Saya sudah laporkan kejadian itu kepada pengelola tol dan sudah dilakukan penyedotan, namun tidak maksimal sehingga berimbas pada kejadian longsor saat ini," kata Ketua RW 04, Wahyudin, Rabu (12/2).
Baca juga: Majalengka Antisipasi Tanah Bergerak
Wahyudin mengatkan pergerakan tanah terus terjadi hingga saat ini. Bahkan material longsor nyaris mendekati permukiman warga.
Kepala BPBD Bandung Barat, Duddy Prabowo, menerangkan, meski tidak ada korban jiwa maupun luka, sekitar 80 kepala keluarga atau 240 jiwa harus diungsikan dari rumahnya karena rawan terjadi bencana susulan.
"Di lokasi kejadian, kami sudah mendirikan posko kebencanaan," terang Duddy.
Sementara itu, Humas Tol Purbaleunyi, Nandang Elan, menyebutkan, lokasi bencana berdekatan dengan jalur tol tepatnya di KM 118. Sejauh
ini, bencana tidak sampai mengganggu lalu lintas. Jarak titik longsor dengan bahu tol hanya berjarak kurang lebih delapan meter.
"Lajur aktif tetap hanya antisipasi bahu tutup rubbercone, antisipasi longsor susulan," kata Nandang saat dikonfirmasi.
Terkait dengan kejadian ini, pihak kepolisian akan membentuk satgas penanganan untuk menyelidiki penyebab longsor tersebut.
"Kita masih berkoordinasi dengan BPBD untuk penanganan kejadian tersebut, termasuk pengamanan aset warga yang terdampak," ucap Kapolres Cimahi AKBP M. Yoris Maulana di lokasi.(OL-5)
Tidak ada korban jiwa, tapi jalan penghubung antar Kecamatan tertutup materil tanah longsor dan pohon tumbang
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat beberapa kejadian bencana di pekan kedua bulan Agustus 2025. Data tersebut dihimpun pada periode 11 hingga 12 Agustus 2025
Peristiwa tanah longsor tersebut terjadi sekitar pukul 19.45 WIB, Rabu malam. Kedua korban pada saat kejadian sedang bermain tenda-tendaan bersama dua anak lainnya.
Ribuan jalan dan bangunan telah rusak dan terendam oleh banjir yang deras di Korea Selatan, dengan laporan kerusakan lahan pertanian dan kematian ternak yang meluas.
Dua orang pekerja bangunan tertimbun longsor saat sedang menggali fondasi rumah di kawasan Padasuka, Cimahi Tengah, Kota Cimahi, Jawa Barat, Jumat (18/7) malam.
Dinas PUPR Depok bersama warga telah melakukan upaya penanganan darurat sementara di beberapa titik.
PROYEK pembangunan Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS) Ruas Betung (Simpang Sekayu)-Tempino-Jambi Seksi 2B (STA 97+600-STA 116+000) ditargetkan rampung pada 30 September.
LAHAN seluas sekitar 320.000 meter persegi milik Keraton Yogyakarta disewakan dengan skema jangka panjang untuk proyek jalan tol.
Diproyeksikan UMKM di Rest Area Heritage Banjaratma Km 260 B Tol Pejagan-Pemalang ini, dapat semakin berkembang dan memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah.
Ruas tol Kutepat yang juga merupakan bagian dari Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS) akan memangkas waktu tempuh dari Medan menuju Danau Toba yang semula enam jam menjadi hanya dua jam.
SELAMA dua hari libur panjang dalam rangka peringatan Tahun Baru Islam 1447 H, yaitu hari Kamis (26/6) hingga Jumat (27/6), Jasamarga mencatat peningkatan volume lalu lintas (lalin)
Robert Rouw menilai keberadaan jalan tol di Riau, khususnya Tol Pekanbaru–Dumai dan Tol Pekanbaru–Bangkinang, telah membuka akses baru dan mempercepat mobilitas masyarakat maupun logistik.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved