Rabu 06 November 2019, 04:20 WIB

Majalengka Antisipasi Tanah Bergerak

MI | Nusantara
Majalengka Antisipasi Tanah Bergerak

Dok. MI
Rumah ambruk akibat tanah bergerak

 

PERGERAKAN tanah masih jadi ancaman di musim peng-hujan. Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, bersiap diri dengan memasang alat pemantau pergerakan tanah.

"Sebelum penghujan datang, kami telah melakukannya. Alasannya, Majalengka termasuk wilayah yang rawan bencana pada musim peng-hujan, termasuk pergerakan tanah dan longsoran," ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Agus Permana, kemarin.

Tanah bergerak dan longsoran rawan terjadi di bagian selatan. Sementara itu, banjir menyasar bagian utara.

Khusus tanah bergerak, BPBD sudah melakukan pe-metaan bersama Badan Geologi. Di daerah rawan, sebanyak lima titik sudah dipasang alat pemantau. "Kami juga telah memberikan sosialisasi dan latihan penanggulangan bencana kepada para aparat desa. Mereka bisa tahu apa yang harus dilakukan saat bencana datang," tambah Agus.

Di Cianjur, Jawa Barat, Kepala Desa Batulawang, Keca-matan Cipanas, Nanang Rohaendi, juga mengaku sudah menyiapkan warganya untuk mengantisipasi bencana. "Daerah kami rawan kejadian longsoran dan tanah berge-rak. Aparatur desa sudah mengingatkan warga agar selalu waspada."

Selain imbauan, pemerintah desa juga menggiatkan penanaman tanaman keras melalui program reboisasi. Di beberapa titik rawan bencana juga sudah dibentuk Kampung Siaga Bencana.

Kesiapsiagaan juga dilakukan polisi. Polres Brebes, Jawa Tengah, misalnya, melakukan pengecekan peralatan SAR, seperti perahu karet, pelampung, gergaji mesin, genset, helm, lampu, sepatu, dan alat komu-nikasi. "Kegiatan ini dilaksanakan guna meningkatkan kesiapan dalam penanganan bencana," ungkap Kasat Sabhara Ajun Komisaris Guritno.

Sementara itu, di Kota Pangkalpinang, Bangka Belitung, bencana sudah datang. Saluran air yang tersumbat membuat genangan air setinggi 50 sentimeter di dalam kota. (UL/BB/BK/JI/RF/N-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More