Selasa 03 Desember 2019, 12:31 WIB

Realisasi APBD 2019 Sulsel Rendah, OPD Bingung Bikin Program

Lina Herlina | Nusantara
Realisasi APBD 2019 Sulsel Rendah, OPD Bingung Bikin Program

MI/Lina Herlina
Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah mengatakan serapan APBD 2019 Provinsi Sulsel masih di bawah 60 persen.

 

REALISASI APBD 2019 di Sulawesi Selatan hingga triwulan keempat baru 71,08 persen dan realisasi fisik 62,01 persen. Sedangkan belanja langsung di Pemprov Sulawesi Selatan yang terealisasi baru 54,15 persen, dan belanja tidak langsung 78,15 persen. Dan ada 10 organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemprov Sulsel dengang realisasi
anggaran yang tidak sampai 60 persen.

Dari 10 OPD tersebut masih ada tiga OPD yang realisasi anggarannya kurang dari 50 persen, hingga triwulan empat. Tiga OPD tersebut adalah Dinas Bina Marga 38,6 persen, UPT RSK Gigi dan Mulut 44,9 persen, Biro Pengelolaan Barang dan Aset 49,5 persen.

Bahkan belanja langsung di Pemprov Sulsel yang terealisasi baru 54,15 persen, dan belanja tidak langsung 78,15 persen. Dan ada 10 organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemprov Sulsel dengang realisasi anggaran yang tidak sampai 60 persen.

Dari 10 OPD tersebut masih ada tiga OPD yang realisasi anggarannya kurang dari 50 persen, hingga triwulan empat. Tiga OPD tersebut adalah Dinas Bina Marga 38,6 persen, UPT RSK Gigi dan Mulut 44,9 persen, Biro Pengelolaan Barang dan Aset 49,5 persen. Sementara lima OPD dengan realisasi anggaran tertinggi yaitu Bapenda 87 persen, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan 82,38 persen, BPBD 79,9 persen, Badan Kesbangpol 79,8 persen, dan Dinas Pemberdayaan Perempun dan Perlindungan Anak 79,4 persen.

Saat dimintai tanggapannya tentang kondisi tersebut, Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah menyebut serapan atau realisasi APBD Pemprov Sulsel hingga awal Desember 2019 laporannya sudah bagus.

"Ini baru masuk Desember kan, tunggu saja hingga akhir tahun, pasti bagus," tukas Nurdin Abdullah.

baca juga: Bupati Karawang masih Populer

Sebelumnya, Nurdin Abdullah sempat menuding OPD sebagai penyebab rendahnya serapan atau realisasi anggaran. Menurutnya, OPD bingung ingin membuat apa dengan anggaran yang ada.

"Kenapa lama diserap? Karena OPD bingung mau bikin apa. Harusnya OPD mengusulkan sesuatu sesuai kebutuhan, bukan keinginan," tandas Nurdin.
(OL-3)

 

Baca Juga

Ilustrasi

Solusi Atasi Kendala Belajar Matematika secara Daring

👤Syarief Oebaidillah 🕔Jumat 04 Desember 2020, 23:33 WIB
Bagi kebanyakan siswa, matematika merupakan mata pelajaran yang paling sulit.Terlebih, di masa pandemi Covid-19 yang mengharuskan siswa...
Antara

Imigrasi Bali Deportasi WNA Ukraina

👤Arnoldus Dhae 🕔Jumat 04 Desember 2020, 23:00 WIB
KANTOR Wilayah Hukum dan HAM Provinsi Bali melalui Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar...
Dok. Pribadi

Skola Pela, Entaskan Kesenjangan Tenaga Pendidik

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Jumat 04 Desember 2020, 22:51 WIB
Bekerjasama dengan Yayasan Heka Leka di Maluku, kedua institusi ini membentuk program bernama "Skola...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya