Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
AKSES menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Regional Bali (Sarbagita) Suwung yang sebelumnya sempat mengalami kendala operasional kini kembali beroperasi normal. Berdasarkan pemantauan di lapangan pada Selasa (29/10) terlihat truk pengangkut sampah sudah dapat melaksanakan operasional. Silih berganti truk sampah yang berasal dari Kota Denpasar membuang sampah di TPA Suwung.
Kembali normalnya akses di TPA Suwung tentunya berdampak positif bagi Kota Denpasar. Sebab akibat ditutupnya akses tersebut sebelumnya terjadi penumpukan sampah di beberapa TPSS di Kota Denpasar. Namun saat ini, hal tersebut telah kembali normal dengan pelaksanaan pengangkutan secara bergilir.
Kepala DLHK Kota Denpasar, I Ketut Wisada saat diwawancarai di sela pemantauan lapangan menjelaskan bahwa saat ini proses pengangkutan sampah dari TPSS di Kota Denpasar menuju TPA Suwung telah berjalan lancar.
"Kami kerahkan semua truck armada pengangkut untuk mengatasi luberan sampah sebelumnya," kata Wisada.
Lebih lanjut dijelaskan, guna memaksimalkan pengangkutan sampah ini turut dikerahkan 370 personel yang disertai dengan 45 Armada milik DLHK, dibantu 7 Armada Perkim dan 3 Armada milik PUPR Kota Denpasar.
"Astungkara besok sudah bisa kita tuntaskan untuk pengangkutan sampah di TPSS atau penampungan lainya," ujar Wisada.
Wisada juga berharap, besarnya tantangan penanganan sampah, khususnya yang berakhir di TPA menjadi tanggung jawab bersama. Karenanya pihaknya turut menghimbau kepada masyarakat untuk melaksanakan pemilahan sampah mulai dari hulu, yakni umah tangga. Sehingga dapat meminimalisir sampah menuju TPA.
baca juga: Gubernur Sulut Tidak Tempati Rumah Dinas Hampir 4 Tahun
"Tentu ini tugas bersama untuk ikut andil mengatasi masalah sampah dengan memilah serta mengolah sampah, yang organik dapat menjadi kompos. Dan yang anorganik dapat dikumpulkan dan ditabung dalam bank sampah yang telah tersebar di seluruh wilayah Kota Denpasar," pungkasnya. (OL-3)
Masalah terbesar Kota Bandung saat ini adalah sampah. Setiap hari ada sekitar 1.500 ton timbulan sampah baru. Ini tidak mungkin dibiarkan begitu saja.
Arsyid juga mengimbau pihak RW dan RT pro aktif turut atasi masalah sampah.
Menteri KLH/BPLH Hanif Faisol Nurofiq menginstruksikan penghentian segera operasional insinerator di Kota Bandung yang melampaui baku mutu emisi udara.
Penggunaan insinerator mini tidak dibenarkan.
PEMERINTAH Kota (Pemkot) Bandung terus mempercepat upaya pengelolaan sampah dengan tetap memperhatikan norma-norma lingkungan.
Teba Sampah Organik, yang juga dikenal sebagai Teba Modern, merupakan sistem inovatif pengolahan sampah organik di tingkat rumah tangga.
Keberhasilan program pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada kebijakan di tingkat kota, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif dari kelurahan hingga RW.
UMJ membantah keras isu ‘mahar aksi’ dalam demonstrasi BEM soal sampah Tangsel. Kampus menilai tudingan tersebut menyesatkan dan tidak berdasar.
Mulai pekan ini, setiap KK yang sebelumnya menerima dua galon air mineral per minggu, kini akan mendapatkan empat galon air secara rutin selama satu bulan ke depan.
Wali Kota Tangsel memastikan pihaknya telah mengamankan kesepakatan pembuangan sampah ke wilayah Cileungsi untuk mengurai penumpukan.
Dalam tuntutannya, BEM UMJ mendesak Wali Kota Tangsel bertanggung jawab atas terjadinya penumpukan sampah, khususnya di wilayah Ciputat dan sekitarnya.
Darurat sampah Tengerang dan Tangsel disebut pengamat sebagai bukti dari kegagalan tata kota dan pengelolaan sampah dalam jangka panjang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved