Headline
Istana minta Polri jaga situasi kondusif.
JENAZAH Muhammad Hasbar, 6 tahun, dimakamkan di Bontoramba, Pa'bundukan, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, Selasa 29 Oktober 2019, setelah meninggal dunia karena ditolak rumah sakit. Menurut ayah Hasbar, Muhammad Basir, 29 tahun, anaknya menderita gizi buruk. Karena kondisi kesehatannya memburuk, ia pun membawa anaknya ke Puskesmas Kassi-kassi, yang kebetulan tidak jauh dari rumahnya di Jalan Borong Indah 10 Setapak 7, Kota Makassar, pada Senin, 28 Oktober 2019.
"Dari Puskesmas Kassi-kassi dirujuk ke Rumah Sakit Daya, Kota Makassar. Tapi di RS Daya, dirujuk ke RS Umum Regional Dr Wahidin Sudirohusodo, dengan alasasn fasilitas di RS Daya tidak mendukung untuk kondisi anaknya Hasbar," cerita Basir, Selasa (29/10).
Tapi malang, di RS Wahidin, Hasbar ditolak oleh pihak rumah sakit, dengan alasan administrasi. Kartu Indonesia Sehat (KIS) miliknya ditolak pihak rumah sakit, karena belum aktif.
"Karena ditolak pihak BPJS, dengan alasan kartu KIS belum aktif, kami pun dipulangkan. Saya juga tidak punya biaya untuk dirawat umum," keluh Basir
Hanya selang beberapa jam setelah pulang ke rumah dari rumah sakit, Hasbar pun menghembuskan nafas terakhirnya.
"Anak saya meninggal tadi malam saat magrib, sepulang dari Wahidin," lanjut Basir Sedih.
Sebelumnya, hal yang sama pernah dialami Basir, yang hanya berprofesi sebagai cleaning service itu. Makanya, ia sempat berkirim surat dan meminta bantuan ke Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan, tapi tidak ada jawaban sama sekali.
Menanggapi kejadian itu, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah, meminta pemerintah kabupaten/kota, khususnya Pemerintah Kota Makassar untuk turun langsung meninjau ke lapangan agar hal yang sama tidak terjadi lagi.
baca juga: Gelombang Pasang Rusak Puluhan Rumah, Ratusan Warga Mengungsi
"Itu saya sudah bilang, pemerintah daerah, mulai dari tingkat bawah RT/RW turun lihat warga. Jangan nanti terjadi baru turun. Hal ini tidak bisa diterima akal sehat. Kondisi begini masih terjadi stunting," tegas Nurdin. (OL-3)
Masih tingginya kasus anemia akibat kekurangan zat besi pada anak Indonesia menjadi tantangan menuju Generasi Emas 2045.
BADAN Amil Zakat Nasional (BAZNAS) melalui program Rumah Sehat BAZNAS Berau mengadakan program layanan pencegahan stunting dan upaya kesehatan kaise (UKK).
Keberhasilan Sergai dalam menurunkan angka stunting secara signifikan menjadi tolok ukur untuk pencapaian angka nol persen.
Menteri Wihaji menambahkan bahwa saat ini terdapat sekitar 15 ribu orangtua asuh yang siap diturunkan untuk mendukung program super prioritas di lapangan.
Turunnya angka stunting tak terlepas dari peran lintas sektor. Sebab, penanganan stunting tak bisa hanya dilakukan Dinas Kesehatan.
Anggota DPRD DKI Jakarta, Alia Noorayu Laksono, menyoroti minimnya dukungan Pemprov terhadap kader posyandu.
SEBANYAK 39.157 warga penerima KIS dan PBI-JK Kemensos di Kota Tasikmalaya, yang mendadak dinonaktifkan kepesertaannya akan tetap mendapat pelayanan kesehatan.
SEBANYAK 39 ribu warga penerima Kartu Indonesia Sehat (KIS) bantuan iuran jaminan kesehatan (PBI-JK) Kemensos di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat mendadak dinonaktifkan
PRESIDEN RI Joko Widodo (Jokowi) membanggakan berjalannya berbagai program perlindungan masyarakat ke bawah yang telah diterapkan dalam 10 tahun masa kepemimpinannya.
Salah seorang orang tua murid Nurhayati mengaku tidak terima hasil seleksi PPDB, sebab sang anak tak diterima di SMA negeri. SMA negeri yang dituju yakni SMA Negeri 7.
Wakil ketua Komisi IX DPR RI Emanuel Melkiades Laka Lena sampaikan bahwa JKN-KIS memiliki manfaat yang sangat besar bagi masyarakat, terutama ketika sedang sakit.
Jamkeswatch mendesak DPR RI dan pemerintah menghentikan pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kesehatan yang mengatur kedudukan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved