Selasa 29 Oktober 2019, 18:45 WIB

Gelombang Pasang Rusak Puluhan Rumah, Ratusan Warga Mengungsi

Alexander P Taum | Nusantara
Gelombang Pasang Rusak Puluhan Rumah, Ratusan Warga Mengungsi

MI/Alexander P Taum
Gelombang pasang rusak puluhan rumah di pesisir pantai selatan Kabupaten Sikka, NTT

 

GELOMBANG pasang menerjang permukiman warga di pesisir pantai selatan Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Senin (28/10), sekitar pukul 22.00 Wita malam.

Akibat gelombang pasang dengan ketinggian sekitar 4 sampai 5 meter itu, puluhan rumah di Desa Sikka dan Watutedang di Kecamatan Lela, mengalami kerusakan, sementara ratusan warga terpaksa mengungsi.

"Sebelumnya ombak memang besar, tapi tiba-tiba sebuah gelombang besar datang tiba-tiba, air laut pun menggenangi rumah warga di sepanjang pesisir pantai," kata Ignasius Mikhael Riwu, Kepala Desa Sikka, kepada Media Indonesia, Selasa (29/10).

Gelombang tinggi sebut Ignasius, tidak sampai merusak perumahan warga, hanya satu sampan yang ada di tambatan perahu Desa Sikka hancur dihantam gelombang.

Tidak ada korban jiwa, kata dia, hanya saja warga panik saat gelombang besar semalam memaksa warga pesisir pantai Desa Sikka mengungsi ke rumah warga dan keluarga.

Sampai saat ini, warga masih waspada karena gelombang masih tinggi apalagi air laut pasang. Ratusan warga yang bermukim di pesisir di 2 desa tersebut mengungsi ke rumah warga yang jauh dari pesisir pantai.

Sementara itu, Kepala Desa Watutedang, Yufrinus Reko, Selasa pagi, menyampaikan, sedikitnya 40 kepala keluarga (KK) saat ini telah mengungsi karena rumah mereka sudah terendam air laut.

Selain rumah warga terendam air laut, dapur dan alat perabot rumah tangga lainnya juga ikut terendam.

"Akibat gelombang besar, pasir laut  tergerus oleh gelombang dan masuk ke dapur di bagian belakang rumah warga," ungkapnya.

 

Baca juga: Pemkab Lembata Gelontorkan Rp700 Juta Bajak Lahan Gratis

 

Warga, kata Yufrinus, mengungsi sekitar 1 kilometer dari bibir pantai. Bahkan, ada juga yang semalam tidur di jalan sambil berjaga-jaga.

Ia mengatakan, selain warga yang berada persis di pesisir pantai, warga yang berada agak jauh dari pesisir juga mengungsi karena panik.

"Pagi ini warga sudah mulai membersihkan rumah mereka. Kami sedang mendata berapa rumah yang mengalami kerusakan baik rusak berat maupun ringan," jelasnya.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sudah melakukan pendataan terhadap korban becana air pasang, tapi belum memberi bantuan.

Saat ini, Pemerintah Desa Watutedang sudah memberikan bantuan bahan makanan bagi warga yang mengungsi ke rumah anak saudara yang berada di ketinggian.

"Kami sudah memberikan bantuan bahan makanan berupas beras dan mi instan menggunakan dana tanggap darurat dari desa," paparnya.

Hingga berita ini diterbitkan, ratusan warga pesisir Pantai Desa Watutedang dan masih mengungsi di rumah warga yang berada sekitar 1 km dari pesisir pantai. (OL-1)

 

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More