Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
DINAS Kesehatan Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur siap menindaklanjuti imbauan BPOM untuk menarik obat sakit maag ranitidin. Kepala Dinas Kesehatan Flores Timur, tim dr. Ogi Silimalar, melalui penanggungjawab gudang farmasi, Agatha Lipat Mangan saat dikonfirmasi Senin (14/10), mengaku sudah mengetahui surat edaran BPOM.
Pihaknya sudah berkoordinasi dengan seluruh puskesmas di wilayah Flores Timur.
"Prinsipnya kami mendukung penarikan obat tersebut karena sudah melalui pemeriksaan. Obat itu positif mengandung zat yang berbahaya memicu kanker. Surat edaran sudah kami baca, dan kami juga masih menunggu surat resmi dari Balai POM Kupang untuk tindaklanjuti secara resmi. Tetapi pada prinsipnya kami tentu dukung, dan pasti kami tarik," kata Agatha, Selasa (15/10).
Menurutntya petugas juga akan berupaya dengan segala cara termasuk mengimbau dan berkoordinasi dengan setiap puskesmas untuk mengecek kembali obat ranitidin sesuai dengan nomor batch yang direkomendasikan BPOM untuk ditarik.
"Memang saat ini stok obat ranitidin di gudang kami sudah kosong, tetapi kami sudah melakukan pengadaan baru lagi. Adanya imbauan BPOM baru beberapa minggu lalu, sementara sekitar Mei lalu kami telah melakukan pengadaan yang baru lagi untuk mendatangkan obat tersebut sebanyak 150 ribu jenis tablet dan 2500 ampul. Saat ini obat itu dalam perjalanan. Kami akan berkoordinasi dengan seluruh puskemas untuk mengecek kembali obat ranitidin tersebut berdasarkan nomor batch masing-masing. Apakah termasuk dalam edaran BPOM atau tidak. Ada sekitar 67 nomor batch dari ranitidin yang sudah direkomendasikan untuk ditarik, sehingga kami pasti akan mengecek lagi dan akan segera menarik obat tersebut agar tidak digunakan," jelas Agatha.
baca juga: Kabut Asap Makin Pekat, Pelajar di Jambi Kembali Diliburkan
Ia menambahkan sejauh ini obat ranitidin yang beredar di masyarakat tidak termasuk dalam nomor batch yang ditarik BPOM. Namun Agatha memastikan tetap akan mengecek lagi pengadaan obat tahun ini.
"Kami pastikan akan serius mengecek obat tersebut. Jika ditemukan ada nomor batch ya harus ditarik," pungkasnya. (OL-3)
BPOM perketat pengawasan Program Makan Bergizi Gratis karena risiko keamanan pangan. Sepanjang 2024 tercatat 138 KLB keracunan.
BPOM mengajak masyarakat menjadi konsumen cerdas dan berdaya dengan selalu menerapkan Cek KLIK (Kemasan, Label, Izin edar, dan Kadaluarsa) sebelum membeli atau mengonsumsi produk pangan.
BPOM mencatat, suplemen ilegal dapat berasal dari pabrik-pabrik tersembunyi yang beroperasi di tengah permukiman padat dengan kondisi yang jauh dari standar Cara Pembuatan yang Baik (CPB).
TPID bersama Satgas Pangan bertugas menjamin kecukupan pasokan dan kelancaran distribusi bahan pokok penting, sambil aktif mengedukasi masyarakat agar tidak melakukan penimbunan
Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kemitraan dan keberhasilan Kosmesia dalam mendampingi UMKM kosmetik melalui Proaktif yang digagas BPOM.
Kolaborasi ini menegaskan komitmen bersama dalam membangun ekosistem distribusi produk yang aman, transparan, dan terpercaya.
Satu dari tiga pasien mampu mencapai penurunan berat badan lebih dari 20%, sebuah angka yang selama ini identik dengan hasil terapi suntikan mingguan.
Data kesehatan terbaru menunjukkan 1 dari 4 orang dewasa di Indonesia hidup dengan kondisi obesitas atau kelebihan lemak perut.
Akses masyarakat terhadap obat-obatan esensial dinilai terancam setelah perubahan regulasi paten terbaru.
Lucia menjelaskan ketika terjadi bencana banyak orang yang terkena luka bisa karena seng, paku, dan sebagainya maka diberikan serum anti tetanus, untuk mencegah infeksi.
Obat dapat berasal dari bahan kimia, tumbuhan, maupun hewan, dan biasanya digunakan dengan dosis tertentu agar aman dan efektif.
Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia (GPFI) mengadakan seminar “Peran Strategis GPFI dalam Menegaskan Prinsip 4K untuk Menunjang Kesehatan Nasional”
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved