Headline
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBANYAK 50 ton gula pasir dan 5 ton terigu yang dipesan Bulog SubDivre Larantuka dari pulau Jawa belum dapat dikirim ke Flores Timur dan Lembata. Akibatnya, Operasi Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH) di Perum Bulog Sub Divre Larantuka dan Lembata digelar tanpa komoditas terigu dan gula pasir.
Bulog Sub Divre Larantuka membawahi wilayah Kabupaten Flores Timur dan Kabupaten Lembata kini hanya menggelar Operasi Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH) dengan menyertai komoditas minyak goreng dan beras. Padahal, permintaan untuk komoditas gula pasir dan terigu sangat tinggi.
Kasub Divre Larantuka, Nusa Tenggara Timur, Pieter E. De Haan, menjelaskan, gula pasir dipesan dari Semarang, Jawa Tengah, sedangkan tepung terigu dipesan dari Surabaya, Jawa Timur.
"Untuk sementara, operasi Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH) di sini hanya menjual beras dan minyak goreng. Sedangkan untuk menjawab tingginya permintaan pasar, kami sudah pesan 50 ton gula pasir dan 5 ton tepung terigu, saat ini sedang dikirim dari Surabaya, Jawa Timur. Ini dalam jumlah banyak sehingga sedang diurus pengirimannya dari Surabaya," ungkapnya.
Baca juga: Tunggakan Pelanggan PDAM di Flotim Capai Rp3 Miliar
Ia menjelaskan operasi Ketersediaan pasokan dan stabilisasi harga (KPSH) merupakan program pemerintah guna menekan gejolak harga di pasar. Dalam operasi pasar, bulog setempat melepas harga beras per kilogram seharga Rp9 ribu sedangkan minyak goreng seharga Rp13 ribu per kilogram. Agar masyarakat tidak bingung, serta memudahkan masyarakat membeli dengan harga terjangkau. Operasi pasar di Flores Timur dilaksanakan di kantor Bulog, pemukiman dan pasar-pasar.
Sub divre Larantuka membawahi dua kabupaten Flotim dan Lembata, Flotim sebanyak 2.000 ton sementara Lembata 500 ton. Kebutuhan stok tergantung dari Moove atau pengiriman barang dari luar. Flotim dan Lembata bukan daerah produsen pangan, sehingga pasokan beras didatangkan dari Jatim dan NTB.
"Stok Beras untuk Kabupaten Flotim 3.000 ton, Lembata 1.500 ton. Penyiapan stok karena pasar. Sehingga untuk Sub Divre Larantuka, selalu tersedia stok beras 4.500 ton per tahun, termasuk persiapan lebih untuk tiga bulan. Untuk operasi pasar saat ini disediakan 1.000 ton," tutur Pieter De Haan.
Selain itu, Pieter menjelaskan menghadapi hari raya Natal dan Tahun Baru pihaknya tengah memasok sosis dan bakso.
"Untuk persediaan menjelang Natal dan tahun baru kita pasok lagi sosis. Kita mau uji coba jual. Di daerah lain sudah jalan dan kita jajaki laku atau tidak dengan pasokan awal 2 ton. Bakso juga begitu, kita coba suplai untuk kebutuhan pedagang bakso dari bulog. Tetapi untuk memasok daging untuk bakso, kita butuhkan cold storage, biar sosis dan daging untuk bakso tidak cepat rusak," tukasnya.
Ia memastikan stok pangan di wilayah Sub Divre Larantuka, yakni di wilayah kabupaten Flores Timur dan Lembata aman. Untuk menekan gejolak harga pasar, operasi akan terus dilaksanakan hingga akhir tahun.(OL-5)
Tubuh membutuhkan gula dalam jumlah cukup, tetapi konsumsi berlebihan bisa meningkatkan risiko obesitas, diabetes, dan penyakit jantung.
Asupan gula berlebih bukan sekadar masalah kalori, melainkan ancaman bagi metabolisme anak yang masih dalam tahap perkembangan.
Kandungan gula yang disamarkan ini sering ditemukan pada jenis makanan ultraprocessed food (UPF).
Gula dapat merangsang pelepasan serotonin dan endorfin di otak, yaitu zat kimia yang membuat perasaan lebih nyaman dan bahagia.
Serangan jantung kerap dikaitkan dengan kebiasaan merokok, jarang berolahraga, atau pola makan yang buruk.
Menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, pemerintah memastikan pasokan gula konsumsi berada pada level aman.
Harga kebutuhan pokok yang dijual di gerakan pangan murah seperti minyak goreng, Rp19 ribu per liter, gula pasir Rp18 ribu per kilogram, tepung Rp10 ribu per kilogram.
Sidak ini merupakan langkah preventif untuk mengantisipasi potensi penimbunan, permainan harga, maupun kelangkaan bahan pangan
Kenaikan harga di pasar tradisional terjadi pada telur, daging ayam, bawang merah, bawang putih, daging sapi, beras premium dan sayuran
Berdasarkan Proyeksi Neraca Pangan Nasional per 6 Januari 2026, komoditas seperti beras, daging ayam, telur ayam, gula, dan daging sapi masih mencukupi untuk tiga bulan ke depan.
Pasar Kamp itu timbul dadakan atas inisiatif pedagang Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe yang berjualan di jalur itu untuk meringankan pedagang dari Bener Meriah serta Aceh Tengah.
Pemkot Batam menambah pasokan cabai dari Lombok, dan petani lokal diperkirakan memasuki masa panen pada Desember.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved