Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Hutama Karya (Persero) memastikan kebakaran hutan dan lahan (karthula) yang terjadi di Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, tidak mengganggu aktivitas operasional Jalan Tol Trans Sumatera ruas Palembang-Indralaya (Palindra). "Hingga saat ini, jalan tol Palindra tetap beroperasi seperti biasa. Kami sudah pantau dan kondisinya masih aman dan tidak kami tutup," ujar Kepala Divisi Operasi dan Pemiliharaan Jalan Tol Hutama Karya Aries Dewantoro melalui keterangan resmi, Rabu (7/8).
Ia mengungkapkan jarak antara lahan yang terbakar dan ruas tol masih lebih dari satu kilometer (km). Kendati demikian, lanjutnya, Hutama Karya memiliki mitigasi jika karhutla meluas dan mengganggu operasional Tol Palindra.
Perseroan telah berkoodinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan meminta bantuan mereka untuk mengawasi kondisi karhutla dari udara.
"Ada tiga unit helikopter yang aktif memonitor kondisi di sekitar lahan yang terbakar. Kami sendiri menyebar 24 petugas di sepanjang Palindra," ucapnya.
Hutama Karya juga meningkatkan pelayanan dengan memasang rambu-rambu peringatan di pintu tol agar pengendara yang melintas di dapat lebih waspada.
"Walaupun tidak masuk ke tol, kabut asap dapat mengganggu jarak pandang. Kami mengimbau kepada para pengguna tol untuk selalu siaga, menurunkan laju kendaraan, menghidupkan lampu jauh kendaraan, serta menyiapkan masker untuk berjaga-jaga," imbuh Aries kemudian.
baca juga: Ribuan Hektare Sawah tidak Terselamatkan
Demi memaksimalkan pelayanan, perseroan membuka nomor call center 0711-5733100 dan 08-127-127-9999. Selain itu, semua informasi mengenai jalan tol seperti situasi lalu lintas terkini hingga tarif, dapat diakses melalui media sosial Instagram dan Twitter dengan akun @hutamakarya dan @hk_palindra untuk ruas Palembang-Indralaya. (OL-3)
REGU pemadam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari Manggala Agni terus mengintensifkan upaya pemadaman di sejumlah titik api di Provinsi Riau dan Kepulauan Riau.
LUAS kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau pada periode Januari-Februari 2026 mencapai 4.400 hektare dan 94% di antaranya berada di lahan gambut (4.173,82 ha).
KABUT asap dilaporkan menyelimuti Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, pada Rabu (11/3) pagi.
BMKG imbau waspada karhutla 2026 karena curah hujan di bawah rata-rata. Simak wilayah prioritas dan langkah mitigasi OMC dari BNPB dan Menhut.
Berdasarkan pantauan BMKG terdeteksi 206 titik panas akibat karhutla di sejumlah kabupaten di Kalimantan Barat.
Dari 11 daerah tersebut, total luasan Karhutla sebanyak 1.041,74 Hektare (Ha).
Awal 2026 yang seharusnya berada dalam periode musim hujan justru ditandai dengan lonjakan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terutama di ekosistem gambut.
BMKG Stasiun Pekanbaru mendeteksi lonjakan signifikan titik panas di Provinsi Riau. Hingga Kamis pukul 07.00 WIB, jumlah hotspot tercatat mencapai 160 titik
Patroli pencegahan telah mulai digencarkan, khususnya di Provinsi Riau, untuk mengantisipasi peningkatan kerawanan karhutla.
Peneliti mengungkap hutan Arktik hancur hanya dalam 300 tahun pada masa pemanasan global purba. Temuan ini jadi peringatan bagi krisis iklim modern.
Gelombang panas ekstrem melanda tenggara Australia. Enam kebakaran besar berkobar di Victoria, suhu tembus 48,9 derajat Celcius.
Cile dilanda krisis kebakaran hutan hebat. 20 orang tewas dan kota-kota di wilayah selatan hangus. Warga sebut tragedi ini lebih buruk dari tsunami.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved