Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
SATGAS Gakkum siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menetapkan sebanyak 23 tersangka pembakar lahan di wilayah Riau. Seluruhnya merupakan tersangka perorangan, yaitu petani dan masyarakat. Hingga kini belum ada tersangka dari perusahaan. Wakil Komandan satgas siaga darurat karhutla Riau, Edwar Sanger mengatakan jumlah tersangka kasus karhutla terus bertambah menjadi 23 orang. Hal itu sesuai dengan kian meluasnya karhutla di Riau yang terhitung dari Januari hingga saat ini telah mencapai luas 4.633,82 hektare.
"Satgas Gakkum telah menetapkan 23 tersangka dari 23 kasus Karhutla di sejumlah daerah di Riau. Seluruhnya tersangka perorangan," jelas Edwar di Pekanbaru, Rabu (7/8).
Dijelaskannya, jumlah perkara 23 kasus itu terbagi pada sejumlah daerah yaitu Indragiri Hilir 1 kasus, Indragiri Hulu 2 kasus, Pelalawan 2 kasus, Rokan Hilir 3 kasus, Bengkalis 3 kasus, Dumai 5 kasus, Meranti 2 kasus, Kampar 1 kasus, Kuantan Singingi 1 kasus, dan terbaru ditemukan di Pekanbaru 3 kasus. Adapun sebanyak 23 tersangka itu, lanjut Edwar, ditahan pada Rutan Polri terdapat 9 tersangka yang terdiri dari Indragiri Hulu 2 orang, Pelalawan 2 orang, Dumai 1 orang, Kampar 1 orang, Kuantan Singingi 1 orang, dan Pekanbaru sebanyak 2 orang.
baca juga: Ratusan Pendekar Rusak Rumah Warga
Sedangkan diserahkan ke jaksa penuntut umum (JPU) atau tahap II terdapat 14 tersangka. Di antaranya Indragiri Hilir 1 org, Bengkalis 3 orang, Rokan Hilir 3 orang, Dumai 4 orang, Meranti 2 orang, dan Pekanbaru 1 orang.
Sementara untuk perkembangan penyidikan sebanyak 8 kasus yaitu Indragiri Hulu 1 kasus, Pelalawan 2 kasus, Dumai 1 kasus, Kampar 1 kasus, Kuantan Singingi 1 kasus, dan Pekanbaru 2 kasus. Untuk tahap I terdapat 1 kasus di Indragiri Hulu. Sedangkan yang telah P21 terdapat di Pekanbaru 1 kasus. Tahap II sebanyak 13 kasus masing-masing Indragiri Hilir 1 kasus, Rokan Hilir 3 kasus, Bengkalis 3 kasus, Dumai 4 kasus, dan Meranti 2 kasus.(OL-3)
REGU pemadam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari Manggala Agni terus mengintensifkan upaya pemadaman di sejumlah titik api di Provinsi Riau dan Kepulauan Riau.
LUAS kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau pada periode Januari-Februari 2026 mencapai 4.400 hektare dan 94% di antaranya berada di lahan gambut (4.173,82 ha).
KABUT asap dilaporkan menyelimuti Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, pada Rabu (11/3) pagi.
BMKG imbau waspada karhutla 2026 karena curah hujan di bawah rata-rata. Simak wilayah prioritas dan langkah mitigasi OMC dari BNPB dan Menhut.
Berdasarkan pantauan BMKG terdeteksi 206 titik panas akibat karhutla di sejumlah kabupaten di Kalimantan Barat.
Dari 11 daerah tersebut, total luasan Karhutla sebanyak 1.041,74 Hektare (Ha).
Awal 2026 yang seharusnya berada dalam periode musim hujan justru ditandai dengan lonjakan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terutama di ekosistem gambut.
BMKG Stasiun Pekanbaru mendeteksi lonjakan signifikan titik panas di Provinsi Riau. Hingga Kamis pukul 07.00 WIB, jumlah hotspot tercatat mencapai 160 titik
Patroli pencegahan telah mulai digencarkan, khususnya di Provinsi Riau, untuk mengantisipasi peningkatan kerawanan karhutla.
Peneliti mengungkap hutan Arktik hancur hanya dalam 300 tahun pada masa pemanasan global purba. Temuan ini jadi peringatan bagi krisis iklim modern.
Gelombang panas ekstrem melanda tenggara Australia. Enam kebakaran besar berkobar di Victoria, suhu tembus 48,9 derajat Celcius.
Cile dilanda krisis kebakaran hutan hebat. 20 orang tewas dan kota-kota di wilayah selatan hangus. Warga sebut tragedi ini lebih buruk dari tsunami.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved