Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
KEBAKARAN hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di ibu kota Provinsi Riau, Kota Pekanbaru sudah mendekati permukiman warga. Tim gabungan satgas darat yang terdiri dari Manggala Agni, TNI dan Polri berhasil melakukan penyekatan hingga kebakaran berhasil dipadamkan. Selain di Kota Pekanbaru, karhutla yang menimbulkan kabut asap pekat masih berlangsung di sejumlah daerah di Riau dengan luas terbakar terhitung dari Januari hingga saat ini mencapai 4.582,62 hektare.
"Tim melakukan penyekatan agar api tidak meluas ke rumah warga karena lokasi karhutla dekat dengan pemukiman," ungkap Komandan Manggala Agni Daops Pekanbaru Edwin Putra, (Rabu (7/8).
Edwin menjelaskan karhutla yang dapat diantisipasi sedari dini itu terjadi di Jalan Manunggal, Desa Rimbo Panjang Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Riau. Lokasi ini berbatasan langsung dengan Kota Pekanbaru. Adapun luas lahan yang terbakar mencapai 1 hektare dan berhasil dipadamkan secara total pada pukul 18.05 WIB, Selasa (6/8) petang.
"Material yang terbakar adalah semak belukar dan pohon akasia liar. Kondisi tanah gambut dengan api berada di bawah permukaan," jelas Edwin yang juga menjabat Koordinator Manggala Agni Provinsi Riau.
Dia menambahkan, teknis pemadaman menggunakan dua unit Mark 3 dan satu unit mini strike dengan 5 jalur pemadaman. Sumber air memadai ditambah dengan semangat tim gabungan satgas darat sehingga api berhasil dikendalikan. Api di lahan warga itu diduga berasal dari unsur kesengajaan. Sementara kabut asap karhutla yang menyelimuti Kota Pekanbaru lebih dari sepekan terakhir masih cukup pekat. Api menyebabkan jarak pandang terbatas pada posisi 1.500 meter. Meski demikian, kabut asap Karhutla belum menghentikan aktivitas warga dan siswa sekolah yang diliburkan.
baca juga: BMKG Identifikasi 18.895 Hotspot di Asia Tenggara-Papua Nugini
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru Maisel Fidayesi mengatakan terdapat lonjakan penderita ispa dalam sepekan terakhir. Tercatat dari 29 Juli hingga 3 Agustus 2019 penderita ispa yang diduga akibat kabut asap karhutla mencapai 1.136 warga atau meningkat sekitar 600 orang dari sepekan sebelumnya.
"Ada 1.136 warga terserang ispa. Data berasal dari seluruh puskesmas di Kota Pekanbaru dengan golongan usia 17 hingga 45 tahun," jelasnya.(OL-3)
PTPN IV PalmCo memperkuat mitigasi Karhutla 2026 melalui kolaborasi dengan TNI-Polri dan pemantauan digital berbasis AI ARFINA.
UPAYA pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau terus dilakukan secara intensif.
Dari sebanyak 8 lokasi Karhutla di Riau, wilayah Kabupaten Pelalawan merupakan daerah yang cukup luas terdampak.
PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Riau resmi menetapkan status siaga darurat Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) per Jumat (13/2) yang berlaku hingga 30 November 2026 mendatang.
KEBAKARAN hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda Provinsi Riau terus meluas dan bahkan telah menembus hingga 745,5 hektare (ha).
JUMLAH titik panas atau hotspot sebagai indikator karhutla di Riau terus melonjak. Berdasarkan pantauan terakhir satelit ditemukan sebaran titik panas yakni 336 di sumatra
Awal 2026 yang seharusnya berada dalam periode musim hujan justru ditandai dengan lonjakan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terutama di ekosistem gambut.
BMKG Stasiun Pekanbaru mendeteksi lonjakan signifikan titik panas di Provinsi Riau. Hingga Kamis pukul 07.00 WIB, jumlah hotspot tercatat mencapai 160 titik
Patroli pencegahan telah mulai digencarkan, khususnya di Provinsi Riau, untuk mengantisipasi peningkatan kerawanan karhutla.
Peneliti mengungkap hutan Arktik hancur hanya dalam 300 tahun pada masa pemanasan global purba. Temuan ini jadi peringatan bagi krisis iklim modern.
Gelombang panas ekstrem melanda tenggara Australia. Enam kebakaran besar berkobar di Victoria, suhu tembus 48,9 derajat Celcius.
Cile dilanda krisis kebakaran hutan hebat. 20 orang tewas dan kota-kota di wilayah selatan hangus. Warga sebut tragedi ini lebih buruk dari tsunami.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved