Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
KENDATI puluhan hektare lahan gambut yang terbakar sudah padam dan kini dalam proses pendinginan, cuaca di Kota Jambi masih tertutup kabut asap yang pekat. Kabut asap berwarna kehitaman mengapung di langit Kota Jambi sejak pukul 06.00 WIB hingga pukul 07.00 WIB. Namun setelah pukul 08.00 WIB, kabut asap di timur Jambi berangsur sirna. Menurut catatan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sulthan Thaha Jambi, semenjak Senin sore sebanyak tujuh titik panas (hotspot) terdeteksi satelit di tiga wilayah kabupaten yang dominan ditumbuhi lahan gambut.
Ketujuh hospot masing-masing, tiga titik di Kecamatan Kumpehulu, Kabupaten Muarojambi (tiga titik), Kecamatan Senyerang, Kabupaten Tanjungjabung Barat (tiga titik), dan satu titik di Kecamatan Mendahara, Kabupaten Tanjungjabung Timur.
Sementara itu, merespons tingginya potensi ancaman kebakaran lahan akibat kemarau, Bupati Romi Hariyanto menyatakan Kabupaten Tanjungjabung Timur sejak 5 Agustus hingga 5 Oktober 2019 berstatus siaga darurat. Penaikkan status kebencanaan tersebut, menurut Romi diharapkan tindak pencegahan, penanganan dan pengendalian ancaman karhutla lebih serius dan terpadu.
Staf Bidang Kebencanaan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Tanjungjabung Timur, Rahmat Hidayat mengatakan selain mendirikan posko induk di lingkungan Kantor BPBD, akan disiapkan pula empat posko pengendalian di beberapa daerah gambut paling rawan terbakar. Yaitu di kawasan Kotabaru, Kecamatan Geragai,
Desa Pematangrahim, Kecamatan Mendahara, Desa Rantaumakmur, Kecamatan Berbak, dan satu posko di Desa Sungaisayang, Kecamatan Sadu yang terletak di pesisir timur perbatasan dengan Sumsel.
baca juga: Diberhentikan Sepihak, Dokter Pina Minta Keadilan dari Jokowi
Langkah yang sama dilakukan Pemerintah Kabupaten Muarojambi yang lebih dahulu menetapkan status siaga darurat karhutla. Menurut Kepala BPBD setempat, M. Zakir, akan dibangun delapan posko di sejumlah lokasi rawan karhutla. Yakni lapangan Kecamatan Marosebo, Kecamatan Kumpeh Ulu, dua posko di Kecamatan Kumpeh dan Kecamatan Sungaigelam, dan masing-masing satu posko di Kecamatan Jambi Luar Kota dan Kecamatan Mestong.
Pada setiap posko akan ditempatkan personil gabungan melibatkan unsur BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni dan relawan peduli api. (OL-3)
PTPN IV PalmCo memperkuat mitigasi Karhutla 2026 melalui kolaborasi dengan TNI-Polri dan pemantauan digital berbasis AI ARFINA.
UPAYA pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau terus dilakukan secara intensif.
Dari sebanyak 8 lokasi Karhutla di Riau, wilayah Kabupaten Pelalawan merupakan daerah yang cukup luas terdampak.
PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Riau resmi menetapkan status siaga darurat Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) per Jumat (13/2) yang berlaku hingga 30 November 2026 mendatang.
KEBAKARAN hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda Provinsi Riau terus meluas dan bahkan telah menembus hingga 745,5 hektare (ha).
JUMLAH titik panas atau hotspot sebagai indikator karhutla di Riau terus melonjak. Berdasarkan pantauan terakhir satelit ditemukan sebaran titik panas yakni 336 di sumatra
Awal 2026 yang seharusnya berada dalam periode musim hujan justru ditandai dengan lonjakan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terutama di ekosistem gambut.
BMKG Stasiun Pekanbaru mendeteksi lonjakan signifikan titik panas di Provinsi Riau. Hingga Kamis pukul 07.00 WIB, jumlah hotspot tercatat mencapai 160 titik
Patroli pencegahan telah mulai digencarkan, khususnya di Provinsi Riau, untuk mengantisipasi peningkatan kerawanan karhutla.
Peneliti mengungkap hutan Arktik hancur hanya dalam 300 tahun pada masa pemanasan global purba. Temuan ini jadi peringatan bagi krisis iklim modern.
Gelombang panas ekstrem melanda tenggara Australia. Enam kebakaran besar berkobar di Victoria, suhu tembus 48,9 derajat Celcius.
Cile dilanda krisis kebakaran hutan hebat. 20 orang tewas dan kota-kota di wilayah selatan hangus. Warga sebut tragedi ini lebih buruk dari tsunami.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved