Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Kualitas Udara Memburuk, Pekanbaru Tetapkan Status Siaga Darurat

Rudi Kurniawansyah
05/8/2019 18:09
Kualitas Udara Memburuk, Pekanbaru Tetapkan Status Siaga Darurat
Kabut asap dari karhutla kian pekat menyelimuti Kota Pekanbaru.(MI/Rudi Kurniawansyah )

Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru menetapkan status siaga darurat bencana asap terhitung sejak Senin (5/8) hingga 31 Oktober mendatang. Hal itu menindaklanjuti kondisi kualitas udara Kota Pekanbaru yang kian memburuk sebagai dampak dari kabut asap kiriman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah daerah di Riau.

"Penetapan status siaga darurat bencana asap karhutla ini untuk mengantisipasi menurunnya kualitas udara akibat kabut asap. Dengan status siaga darurat, kami juga mengharapkan bantuan anggaran pusat untuk pembiayaan mengatasi masalah kabut asap Karhutla di Kota Pekanbaru," ungkap Sekretaris Kota Pekanbaru Muhammad Noer usai rapat penetapan status siaga darurat di aula Damkar, Senin (5/8).

Dijelaskannya, kabut asap karhutla yang menyelimuti Kota Pekanbaru telah berlangsung lebih dari sepekan terakhir. Meski demikian, Pemko Pekanbaru masih belum mengeluarkan kebijakan untuk meliburkan para siswa sekolah.

"Kami masih terus berkonsultasi dan melihat perkembangan kondisi kabut asap berdasarkan pantauan ISPU (Indeks Standar Pencemaran Udara). Apakah perlu meliburkan atau tidak? Karena itu, seluruh alat ISPU agar segera diaktifkan, apabila habis baterai untuk segera bisa diganti," jelasnya.

Berdasarkan laporan satgas siaga darurat karhutla Riau, alat ISPU saat mencatat kualitas udara di Kota Pekanbaru yang memburuk atau berada pada posisi tidak sehat. ISPU di Rumbai Pekanbaru memantau partikel kualitas udara diangka 163 dengan status tidak sehat. Begitupun ISPU di Duri Field Kabupaten Bengkalis pada angka 102, status tidak sehat, dan ISPU di Duri Camp serta Bangko Rokan Hilir terpantau tidak sehat pada angka 125 dan 132 ppm.

Sementara Wakil Komandan Satgas Siaga Darurat Karhutla Riau Edwar Sanger mengatakan luas karhutla di Riau terus bertambah. Saat ini, luas karhutla yang terhitung dari Januari hingga Senin (5/8) telah mencapai seluas 4.512,10 hektare.

"Tim pemadam masih bekerja untuk memadamkan karhutla yang bertambah di sejumlah daerah seperti Kampar, Indragiri Hulu, Siak, Bengkalis, Pelalawan, Indragiri Hilir, dan Rokan Hilir," jelas Edwar yang juga menjabat sebagai Kepala BPBD Riau.

Selain terus bertambah di sejumlah daerah, tim pemadam darat yang turut dibantu tim satgas udara yang berkekuatan 19 helikopter waterbombing dan 1 pesawat cassa hujan buatan dari BPPT juga berupaya menanggulangi karhutla yang melanda konsesi sejumlah perusahaan.

Di antaranya karhutla seluas 30 hektare di sekitar konsesi ladang minyak Badan Operasi Bersama (BOB) PT Bumi Siak Pusako (BSP) Pertamina Hulu di Kampung Siberuk, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak, PT Arara Abadi Sinar Mas Grup distrik Siak persis sekitar 5 hektare di Desa Dosan Kecamatan Pusako, Kabupaten Siak. Sebelumnya Karhutla juga menghanguskan sekitar konsesi perkebunan PT Wahana Sawit Subur Indah (WSSI) seluas 30 hektare di Siak.

Karhutla di Riau juga sedang melanda kawasan inti Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) di Kecamatan Langgam, dan Ukui, Kabupaten Pelalawan. Kawasan yang terbakar sebagian besar telah ditanami kebun kelapa sawit dan berbatasan langsung dengan sejumlah konsesi perusahaan sawit dan HTI. Hingga kini proses pemadaman baik lewat darat dan udara masih terus berlangsung.(RK/OL-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Denny parsaulian
Berita Lainnya