Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
TITIK panas indikator kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau terus melonjak pada Kamis (1/8) pagi. Berdasarkan pantauan satelit terra Aqua terdeteksi sebanyak 264 titik panas di Sumatra dengan sebanyak 126 titik Karhutla berada di Riau.
"Jumlah 126 titik panas di Riau dengan level confidence lebih dari 50% didasarkan pantauan satelit pukul 06.00 WIB, Kamis (1/8) pagi," jelas staf analisa Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru, Sanya Gautami, Kamis (1/8).
Dijelaskannya, selain 126 titik panas yang merupakan junlah terbanyak di Riau, titik Karhutla juga ditemukan di Aceh dan Bengkulu masing-masing sebanyak 3 titik, Jambi 53 titik, Lampung 19 titik, Sumatra Barat 5 titik, Sumatra Selatan 30 titik, Sumatra Utara 3 titik, Kepulauan Riau 3 titik, Kepulauan Riau 8 titik, dan Bangka Belitung 14 titik.
Adapun jumlah 126 titik panas Karhutla di Riau terbagi dengan jumlah titik panas terbanyak terdapat di Pelalawan sebanyak 51 titik, kemudian Indragiri Hilir 35 titik, Rokan Hilir 13 titik, Indragiri Hulu 9 titik, Siak 7 titik, Bengkalis 4 titik, Kampar dan Dumai masing-masing 3 titik, dan Rokan Hulu 1 titik panas.
Sedangkan jumlah titik panas dengan level confidence lebih dari 70% sehingga dipercaya sebagai titik api ditemukan sebanyak 82 titik di Riau. Rinciannya adalah di Bengkalis dan Kampar masing-masing 2 titik, Pelalawan 39 titik, Rokan Hilir 9 titik, Rokan Hulu 1 titik, Siak 3 titik, Indragiri Hilir 16 titik, dan Indragiri Hulu sebanyak 7 titik.
baca juga: Karhutla di Riau Meluas Ditandai Munculnya Titik Api Baru
Sementara arah angin dari prakiraan BMKG diketahui bertiup dari arah tenggara dan barat daya dengan kecepatan 10 hingga 30 Kilometer (Km) per jam. Tiupan arah angin itu berdasarkan analisis Badan Meteorologi Asia Tenggara atau Asean Specialized Meteorological Centre (ASMC) di situs www.asmc.asean.org konsisten membawa kabut asap karhutla Riau menuju negara jiran Malaysia.
Kondisi kabut asap Karhutla diduga dari Riau dan Sumatra yang menyelimuti ibukota Kuala Lumpur, Malaysia juga mulai marak pada postingan foto sosial media dalam beberapa hari terakhir.(OL-3)
Vegetasi di lokasi berupa tanah mineral dengan semak belukar kering, sehingga mudah terbakar.
MANGGALA Agni Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Kementerian Kehutanan Wilayah Sumatra, Ditjen Gakkumhut melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan atau Karhutla di Sumatra
Tim gabungan Polda Kalbar, BPBD Kubu Raya, dan pemadam swasta memadamkan karhutla seluas empat hektare yang berlangsung lima hari di radius 1–2 kilometer dari Bandara Supadio.
Pemerintah kini mengedepankan perubahan paradigma pengendalian karhutla dengan fokus utama pada pencegahan sebagai langkah antisipatif.
Studi terbaru Cedars-Sinai mengungkap lonjakan drastis serangan jantung dan gangguan paru pasca-kebakaran hutan LA Januari 2025.
PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Riau akan mengakhiri masa status siaga darurat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) pada 30 November 2025.
Peneliti mengungkap hutan Arktik hancur hanya dalam 300 tahun pada masa pemanasan global purba. Temuan ini jadi peringatan bagi krisis iklim modern.
Gelombang panas ekstrem melanda tenggara Australia. Enam kebakaran besar berkobar di Victoria, suhu tembus 48,9 derajat Celcius.
Cile dilanda krisis kebakaran hutan hebat. 20 orang tewas dan kota-kota di wilayah selatan hangus. Warga sebut tragedi ini lebih buruk dari tsunami.
Negara bagian Victoria, Australia, tetapkan status darurat akibat kebakaran hutan hebat. Satu orang tewas dan ratusan rumah hancur saat api melahap lahan seluas dua kali London.
Efikasi masyarakat dan norma kelompok terbukti lebih berpengaruh terhadap partisipasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dibandingkan pendekatan berbasis rasa takut.
Kemudian, memastikan masyarakat lokal, yang paling tahu tentang gambut, mendapatkan pelatihan dan dukungan
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved