Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
SATGAS penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Provinsi Riau menyatakan kebakaran terus meluas, ditandai dengan munculnya titik baru di sejumlah daerah. Komandan Satgas Karhutla Riau, Edwar Sanger di Pekanbaru, Kamis (1/8) menjelaskan lokasi kebakaran baru muncul di Kabupaten Pelalawan, Rokan Hilir, Bengkalis, Rokan Hulu dan Indragiri Hilir.
Dalam penjelasannya karhutla di Kabupaten Pelalawan terjadi di Desa Sering, Kecamatan Pelalawan seluas lima hektare (ha), dan Desa Rantau Baru Kecamatan Pangkalan Kerinci seluas tiga ha. Hal tersebut membuat kondisi kebakaran di Pelalawan makin parah dan menimbulkan asap atau jerebu yang terbawa angin sampai ke Kota Pekanbaru.
Sedangkan di Kabupaten Indragiri Hilir (Ihil), kebakaran lahan muncul di Paret 19 Desa Kulim Jaya Kecamatan Kempas seluas satu ha, di Kelurahan Sungai Salak Kecamatan Tempuling dua ha, di Desa Kerta Jaya Kecammatan Kempas seluas delapan ha, dan paling luas di Parit III Desa Kuala Sebatu Kecamatan Batang Tuaku mencapai 49 ha.Sementara di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) kebakaran lahan muncul di Dusun I Desa Pauh, Kecamatan Bonai Darussalam mencapai 0,25 ha.
Kemudian di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), kebakaran terjadi di Desa Sei Segajah Kecamatan Kubu seluas tujuh ha, dan di Desa Lenggadai Hilir Kecamatan Rimba Melintang sekitar setengah hektare. Selain itu, kebakaran lahan juga muncul di Kabupaten Bengkalis yakni di Jl. Kelapa Sari Desa Kelapapati Kecamatan Bengkalis namun luasnya belum diketahui, dan di Jl. Siak Desa Simpang Padang Kecamatan Bathin Solapan seluas 1,5 ha.
Edwar Sanger mengatakan personel dari darat dan udara terus melakukan pemadaman kebakaran lahan gambut dengan fokus utama di Pelalawan karena paling banyak titik api.
baca juga: 11 Ribu Ton Produksi Padi di Cianjur Terancam Puso
"Total ada lima heli yang dikerahkan ke Palalawan," ujar Edwar, Kamis (1/8).
Berdasarkan data BMKG, pada Kamis (1/8) pagi Satelit Terra & Aqua mendeteksi ada 126 titik panas (hotspot) di Provinsi Riau, yang menjadi indikasi awal karhutla. Jumlah titik panas di Riau melonjak dibandingkan sehari lalu, dan paling banyak di Pelalawan. (OL-3)
PTPN IV PalmCo memperkuat mitigasi Karhutla 2026 melalui kolaborasi dengan TNI-Polri dan pemantauan digital berbasis AI ARFINA.
UPAYA pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau terus dilakukan secara intensif.
Dari sebanyak 8 lokasi Karhutla di Riau, wilayah Kabupaten Pelalawan merupakan daerah yang cukup luas terdampak.
PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Riau resmi menetapkan status siaga darurat Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) per Jumat (13/2) yang berlaku hingga 30 November 2026 mendatang.
KEBAKARAN hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda Provinsi Riau terus meluas dan bahkan telah menembus hingga 745,5 hektare (ha).
JUMLAH titik panas atau hotspot sebagai indikator karhutla di Riau terus melonjak. Berdasarkan pantauan terakhir satelit ditemukan sebaran titik panas yakni 336 di sumatra
Awal 2026 yang seharusnya berada dalam periode musim hujan justru ditandai dengan lonjakan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terutama di ekosistem gambut.
BMKG Stasiun Pekanbaru mendeteksi lonjakan signifikan titik panas di Provinsi Riau. Hingga Kamis pukul 07.00 WIB, jumlah hotspot tercatat mencapai 160 titik
Patroli pencegahan telah mulai digencarkan, khususnya di Provinsi Riau, untuk mengantisipasi peningkatan kerawanan karhutla.
Peneliti mengungkap hutan Arktik hancur hanya dalam 300 tahun pada masa pemanasan global purba. Temuan ini jadi peringatan bagi krisis iklim modern.
Gelombang panas ekstrem melanda tenggara Australia. Enam kebakaran besar berkobar di Victoria, suhu tembus 48,9 derajat Celcius.
Cile dilanda krisis kebakaran hutan hebat. 20 orang tewas dan kota-kota di wilayah selatan hangus. Warga sebut tragedi ini lebih buruk dari tsunami.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved