Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
KAWASAN hutan di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel) saat ini mulai terbakar. Gubernur Kalsel Sahbirin Noor meminta seluruh bupati dan walikota memaksimalkan upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan di wilayah masing-masing. Data dari Pusat Pengendalian dan Operasional Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel mencatat dalam beberapa hari terakhir dua titik api terpantau di kawasan hutan Kabupaten Banjar dan Kotabaru.
Kepala BPBD Kalsel, Wahyudin Ujud, Rabu (31/7) mengatakan kondisi cuaca saat ini sangat kering sehingga memicu terjadinya kebakaran.
"Dalam sepekan terakhir terjadi peningkatan jumlah titik api dan luas areal yang terbakar di Kalsel," tuturnya.
BMKG memperkirakan musim kemarau tahun ini akan berlangsung Agustus-Oktober dan lebih ekstrim dari tahun sebelumnya. Tercatat sepanjang 2019 jumlah titik api yang muncul berdasarkan pantauan satelit aqua terra di Kalsel sebanyak 148 dengan luas hutan dan lahan terbakar seluas 240,4 hektar. Adapun daerah terparah dilanda karhutla yaitu Kabupaten Tapin.
Menurut Wahyuddin hampir setiap hari terpantau 10 titik panas (hotspot) di Kalsel. Kebakaran hutan dan lahan juga mulai terjadi di wilayah Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Tanah Laut, dan Hulu Sungai Selatan. Pada 2018 jumlah titik api muncul di Kalsel sebanyak 458 titik dengan luas karhutla mencapai 3.900 hektar.
"Kemarau tahun ini diperkirakan lebih kering dari tahun sebelumnya sehingga kita semua harus waspada," katanya.
Sementara, Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor meminta seluruh bupati dan walikota memaksimalkan upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan di wilayah masing-masing. Hal ini disampaikan gubernur saat upacara penyerahan tim pengendalian (Satgas) Karhutla oleh BNPB kepada Pemprov Kalsel kemarin.
Setiap musim kemarau tiba, karhutla menjadi masalah yang dihadapi. Karena itu bupati/walikota harus melakukan upaya penanggulangan secara maksimal.
"Kita tidak boleh menyerah untuk mencegah dan mengatasi karhutla. Bagaimanapun caranya, pengendalian karhutla harus diupayakan semaksimal mungkin," ujarnya.
Faktor utama penyebab karhutla dipicu adanya kelalaian manusia baik sengaja maupun tidak disengaja. Penanganan karhutla sendiri telah menguras anggaran sangat besar yang harus disediakan pemerintah. Oleh karena itu pemerintah melalui BNPB dan BPBD didukung TNI-Polri lebih memfokuskan pada upaya pencegahan.
baca juga: Pembangunan Triwulan II Kota Padang Belum Capai Target
Salah satunya dengan menurunkan tim pengendalian karhutla yang ditempatkan di desa-desa rawan bencana termasuk 100 desa di Kalsel. Pantauan Media, upaya penanggulangan karhutla di Kalsel terus dilakukan baik melalui satgas darat maupun udara (water boombing). Beberapa lokasi kejadian kebakaran berada jauh dari jangkauan dan keterbatasan sumber air sehingga keberadaan helikopter pembom air ini sangat diperlukan. Saat ini ada tiga helikopter pembom air beroperasi di Kalsel. (OL-3)
Vegetasi di lokasi berupa tanah mineral dengan semak belukar kering, sehingga mudah terbakar.
MANGGALA Agni Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Kementerian Kehutanan Wilayah Sumatra, Ditjen Gakkumhut melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan atau Karhutla di Sumatra
Tim gabungan Polda Kalbar, BPBD Kubu Raya, dan pemadam swasta memadamkan karhutla seluas empat hektare yang berlangsung lima hari di radius 1–2 kilometer dari Bandara Supadio.
Pemerintah kini mengedepankan perubahan paradigma pengendalian karhutla dengan fokus utama pada pencegahan sebagai langkah antisipatif.
Studi terbaru Cedars-Sinai mengungkap lonjakan drastis serangan jantung dan gangguan paru pasca-kebakaran hutan LA Januari 2025.
PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Riau akan mengakhiri masa status siaga darurat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) pada 30 November 2025.
Peneliti mengungkap hutan Arktik hancur hanya dalam 300 tahun pada masa pemanasan global purba. Temuan ini jadi peringatan bagi krisis iklim modern.
Gelombang panas ekstrem melanda tenggara Australia. Enam kebakaran besar berkobar di Victoria, suhu tembus 48,9 derajat Celcius.
Cile dilanda krisis kebakaran hutan hebat. 20 orang tewas dan kota-kota di wilayah selatan hangus. Warga sebut tragedi ini lebih buruk dari tsunami.
Negara bagian Victoria, Australia, tetapkan status darurat akibat kebakaran hutan hebat. Satu orang tewas dan ratusan rumah hancur saat api melahap lahan seluas dua kali London.
Efikasi masyarakat dan norma kelompok terbukti lebih berpengaruh terhadap partisipasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dibandingkan pendekatan berbasis rasa takut.
Kemudian, memastikan masyarakat lokal, yang paling tahu tentang gambut, mendapatkan pelatihan dan dukungan
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved