Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
KENDATI terlihat tipis dan muncul fluktuatif, kabut asap yang diduga berasal dari kebakaran lahan gambut di Kecamatan Kumpehulu, Kabupaten Muarojambi mulai menyelimuti langit di Kota Jambi. Pemantauan Media Indonesia, kabut asap dari lokasi lahan yang terbakar di daerah perbatasan Kota Jambi-Kabupaten Muarojambi muncul fluktuatif pada pagi hari.
"Tampak semenjak Selasa pagi kemarin. Kabut asap membuat cahaya matahari terhalang," ujar Yanto, warga Kelurahan Selincah, Kecamatan Jambi Timur, Kota Jambi, Rabu (31/7).
Munculnya kabut asap juga terdeteksi oleh pihak Badan Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sultan Thaha, Jambi. Menurut Kepala BMKG Addi Setiadi, kemunculan asap kebakaran lahan tersebut sekitar pukul 07.00 WIB dengan jarak pandang mata normal (2.500 meter), turun ke kisaran 2.100 meter.
Menurut catatan BMKG, dari 30 titik panas yang terpantau satelit di Provinsi Jambi, lebih dari separuh (19 titik) berasal dari kebakaran lahan gambut di Kecamatan Kumpehulu, Muarojambi yang relatif dekat dengan Kota Jambi. Sisanya, tersebar di Kabupaten Tanjungjabung Timur, Tebo, Merangin, Tanjungjabung Barat dan Kabupaten Sarolangun.
Sementara itu menurut Wakil Komandan Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan (Satgas Karhutla) Jambi, Bachyuni Deliansyah merilis, sedikitnya luas kebakaran hutan dan lahan di Jambi sepanjang Januari hingga akhir Juli 2019, tercatat seluas 171 hektare.
Untuk meredam ancaman kebakaran lahan memburuk, Pemerintah Provinsi Jambi, semenjak 23 Juli 2019 telah menaikan satus ancaman karhutla menjadi siaga darurat. Komando penanganannya dipercayakan kepada Danrem 2042 Garuda Putih, Kol Arh Elphis Rudy.
baca juga: Turunkan Hujan Selama 3 Hari Berhadiah Rp5 Miliar
Dikatakan Bachyuni, untuk efektivitas pemadaman di lahan gambut sulit, Satgas Karhutla Jambi sudah meminta bantuan dua unit pesawat helikopter water bombing, dan satu unit heli untuk patroli udara ke lokasi rawan terbakar. (OL-3)
REGU pemadam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari Manggala Agni terus mengintensifkan upaya pemadaman di sejumlah titik api di Provinsi Riau dan Kepulauan Riau.
LUAS kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau pada periode Januari-Februari 2026 mencapai 4.400 hektare dan 94% di antaranya berada di lahan gambut (4.173,82 ha).
KABUT asap dilaporkan menyelimuti Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, pada Rabu (11/3) pagi.
BMKG imbau waspada karhutla 2026 karena curah hujan di bawah rata-rata. Simak wilayah prioritas dan langkah mitigasi OMC dari BNPB dan Menhut.
Berdasarkan pantauan BMKG terdeteksi 206 titik panas akibat karhutla di sejumlah kabupaten di Kalimantan Barat.
Dari 11 daerah tersebut, total luasan Karhutla sebanyak 1.041,74 Hektare (Ha).
Awal 2026 yang seharusnya berada dalam periode musim hujan justru ditandai dengan lonjakan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terutama di ekosistem gambut.
BMKG Stasiun Pekanbaru mendeteksi lonjakan signifikan titik panas di Provinsi Riau. Hingga Kamis pukul 07.00 WIB, jumlah hotspot tercatat mencapai 160 titik
Patroli pencegahan telah mulai digencarkan, khususnya di Provinsi Riau, untuk mengantisipasi peningkatan kerawanan karhutla.
Peneliti mengungkap hutan Arktik hancur hanya dalam 300 tahun pada masa pemanasan global purba. Temuan ini jadi peringatan bagi krisis iklim modern.
Gelombang panas ekstrem melanda tenggara Australia. Enam kebakaran besar berkobar di Victoria, suhu tembus 48,9 derajat Celcius.
Cile dilanda krisis kebakaran hutan hebat. 20 orang tewas dan kota-kota di wilayah selatan hangus. Warga sebut tragedi ini lebih buruk dari tsunami.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved