Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah menyelesaikan pembangunan Jalan Tol Kuala Tanjung-Tebing Tinggi-Prapat untuk mempermudah akes dari Medan, ibu kota Sumatra Utara, ke Kawasan Pariwisata Strategis Nasional (KSPN) Danau Toba.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan terbangunnya akses jalan akan meningkatkan akselerasi pengembangan destinasi wisata.
“Akses jalan yang semakin baik akan menunjang perekonomian masyarakat di kawasan wisata,” kata Basuki dalam rilis yang diterima Media Indonesia di Pangururan, Samosir, Sumatra Utara, Rabu pagi (31/7).
Jalan Tol Kuala Tanjung-Tebing Tinggi-Prapat sepanjang 143,5 km merupakan lanjutan dari Jalan Tol Medan–Kualanamu–Tebing Tinggi (MKTT) sepanjang 61,72 km. Sebelumnya, jalan tol Medan—Kualanamu—Tebing Tinggi telah selesai dan terhubung dengan jalan tol Belawan—Medan—Tanjung Morawa (Belmera).
Pembangunan jalan tol Tol Kuala Tanjung-Tebing Tinggi-Prapat ditugaskan kepada PT Hutama Karya. PT Hutama Karya bersama PT Jasa Marga dan anak perusahaan PT Waskita Karya, yaitu PT Waskita Toll Road, kemudian membentuk BUJT yakni PT Hutama Marga Waksita. Tol tersebut ditargetkan beroperasi pada 2020 dengan masa konsesi selama 40 tahun.
Jalan Tol Kuala Tanjung-Tebing Tinggi-Prapat terdiri dari enam seksi yaitu Seksi 1 Tebing Tinggi-Inderapura (20,4 km), Seksi 2 Inderapura-Kuala Tanjung (15,6 km), Seksi 3 Tebing Tinggi-Serbelawan (30 km), Seksi 4 Serbelawan-Pematang Siantar (28 km), Seksi 5 Pematang Siantar-Seribudolok (22,3 km), Seksi 6 Seribudolok-Prapat (16,7 km).
Pembangunan Jalan Tol Kuala Tanjung-Tebing Tinggi-Prapat mendapatkan dukungan pembiayaan pemerintah guna meningkatkan tingkat kelayakan investasinya. Dukungan tersebut berupa pembangunan sebagian konstruksi jalan tol pada seksi 5 dan 6. Kedua seksi tersebut progresnya masih dalam tahap pembebasan lahan.
PT Hutama Marga Waksita selaku Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) mengerjakan konstruksi pada seksi 1-4. Untuk seksi 1, saat ini progres pembebasan lahannya sudah 63,7% dan progres konstruksinya 18,1%.
Seksi 2 masih dalam tahap pembebasan lahan, sedangkan untuk seksi 3 pembebasan lahannya sudah 82% dan konstruksinya telah dimulai pada bulan ini. Seksi 4 pembebasan lahannya sebesar 22,75% dengan progres konstruksi 5,1%.
Jalan tol tersebut akan memiliki 7 buah simpang susun di Inderapura, Tebing Tinggi, Serbelawan, Pematang Siantar, Seribudolok, Prapat dan Simpang Susun Raya. Pembangunan Jalan Tol Kuala Tanjung-Tebing Tinggi-Parapat membutuhkan biaya investasi sekitar Rp13,4 triliun, termasuk untuk biaya konstruksi sebesar Rp9,6 triliun.
Selain akan mempercepat waktu tempuh dari Medan ke Danau Toba, jalan tol ini juga diharapkan akan memacu pertumbuhan ekonomi Sumatra Utara termasuk sektor ekonomi Pelabuhan Kuala Tanjung dan pariwisata tujuan Danau Toba yang dapat ditempuh dengan waktu cepat.
Tidak hanya membangun jalan tol, pemerintah juga meningkatkan konektivitas antar destinasi wisata dengan melakukan preservasi dan pelebaran jalan lingkar Pulau Samosir. (OL-09)
INSTITUT Pariwisata (IP) Trisakti menyelenggarakan kegiatan International Guest Lecture dengan menghadirkan Ketua Otorita Administratif Khusus Oe-cusse Ambeno.
Istilah sustainable tourism kini mulai berevolusi menjadi regenerative hospitality, sebuah konsep di mana pelaku industri tidak hanya berusaha meminimalisasi dampak negatif,
Tren terbaru menunjukkan bahwa bagi Generasi Z, pengalaman kini menjadi faktor utama yang mendorong keputusan perjalanan, melampaui pertimbangan harga semata.
Pembangunan Bandara Internasional Chinchero di Peru menuai kontroversi. Mampukah infrastruktur ini menampung lonjakan wisatawan tanpa merusak kesucian Lembah Suci?
Pulau Sumba semakin mengukuhkan posisinya sebagai destinasi unggulan pariwisata Indonesia.
Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Turki, Mehmet Nuri Ersoy, mengungkapkan bahwa negara tersebut berhasil menyambut 64 juta pengunjung sepanjang 2025.
Kemeninves sampai Danantara diyakini bisa menjadi jalan keluar terbaik untuk mengelola lahan perkebunan sampai pertambangan ini.
Barita mengatakan upaya hukum ini diharapkan dapat memberikan kejelasan terhadap penyebab bencana di Sumatra.
Pembangunan huntara dilakukan di tiga provinsi terdampak bencana di Sumatra. Rinciannya, sebanyak 16.282 unit huntara dibangun di Aceh, 947 unit di Sumatra Utara, dan 618 unit di Sumatra Barat.
Negara harus memastikan bahwa pencabutan perizinan berusaha di Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat.
Suhu udara rata-rata 11 hingga 32 derajat Celcius dengan kelembaban udara 56-99 persen dan angin bertiup dari Selatan hingga Barat dengan kecepatan 3 hingga 7 km per jam.
Merujuk dari terakhir pemerintah, bencana banjir dan longsor akhir November 2025 lalu menyebabkan 208.693 unit rumah di Aceh rusak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved