Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
KENDATI belum berdampak kabut asap, kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Jambi mulai meluas di sejumlah kabupaten. Kendati ada yang tidak terdeteksi, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sultan Thaha Jambi mencatat pada Selasa (30/7), sebanyak 30 titik hotspot terpantau oleh satelit Terra Aqua dan Suomi NPP di
wilayah Jambi.
Temuan hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi akibat kebakaran lahan, meningkat tajam dari sehari sebelumnya, hanya 19 titik. Tidak hanya di lahan mineral, tetapi telah meluas ke lahan gambut yang terkosentrasi dalam tiga wilayah kabupaten di pesisir timur Jambi, yakni Kabupaten Muarojambi, Tanjungjabung Timur dan Tanjungjabung Barat.
Titik panas terbanyak terdeteksi di kawasan banyak gambut yakni di Kecamatan Kumpehulu, Kabupaten Muarojambi, sebanyak 19 titik. Sebanyak tiga hotspot juga terdeteksi di lahan gambut di daerah Senyerang, Kabupaten Tanjungjabung Barat dan wilayah Sadu, Kabupaten Tanjungjabung Timur.
Sementara hotspot di lahan mineral, terpantau masing-masing satu titik di Kecamatan VII Koto, Kabupaten Tebo dan Kecamatan Cermin Nangedang, Kabupaten Sarolangun.
Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Karhutla Jambi, Kolonel Arh Elphis Rudy, mengamini ancaman karhutla terhadap lahan gambut kian tinggi, akibat kemarau di Jambi.
Untuk penanganannya, sebut Alphis, Tim Satgas Karhutla berkekuatan sekitar 1.500 personel telah disiagakan untuk terjun ke lokasi-lokasi kebakaran. Tergabung dalam Tim Satgas, sebanyak 500 orang anggota TNI, BPBD (105 personel), Polda Jambi (205 personel), Polisi Kehutanan, Manggala Agni dan relawan yang melibatkan masyarakat sebanyak 700 orang.
baca juga: Warga Harus Teliti Pilih Hewan Kurban
Penanganan yang dilakukan saat ini dominan masih melalui jalur darat. Sementara itu, untuk lokasi yang sulit terjangkau, Tim Satgas mendapat bantuan pinjaman pesawat heli dari PT Wirakarya Sakti (Sinarmas Group, red) yang selama ini dikenal sering membantu pemadaman karhutla di Jambi. (OL-3)
REGU pemadam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari Manggala Agni terus mengintensifkan upaya pemadaman di sejumlah titik api di Provinsi Riau dan Kepulauan Riau.
LUAS kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau pada periode Januari-Februari 2026 mencapai 4.400 hektare dan 94% di antaranya berada di lahan gambut (4.173,82 ha).
KABUT asap dilaporkan menyelimuti Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, pada Rabu (11/3) pagi.
BMKG imbau waspada karhutla 2026 karena curah hujan di bawah rata-rata. Simak wilayah prioritas dan langkah mitigasi OMC dari BNPB dan Menhut.
Berdasarkan pantauan BMKG terdeteksi 206 titik panas akibat karhutla di sejumlah kabupaten di Kalimantan Barat.
Dari 11 daerah tersebut, total luasan Karhutla sebanyak 1.041,74 Hektare (Ha).
Awal 2026 yang seharusnya berada dalam periode musim hujan justru ditandai dengan lonjakan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terutama di ekosistem gambut.
BMKG Stasiun Pekanbaru mendeteksi lonjakan signifikan titik panas di Provinsi Riau. Hingga Kamis pukul 07.00 WIB, jumlah hotspot tercatat mencapai 160 titik
Patroli pencegahan telah mulai digencarkan, khususnya di Provinsi Riau, untuk mengantisipasi peningkatan kerawanan karhutla.
Peneliti mengungkap hutan Arktik hancur hanya dalam 300 tahun pada masa pemanasan global purba. Temuan ini jadi peringatan bagi krisis iklim modern.
Gelombang panas ekstrem melanda tenggara Australia. Enam kebakaran besar berkobar di Victoria, suhu tembus 48,9 derajat Celcius.
Cile dilanda krisis kebakaran hutan hebat. 20 orang tewas dan kota-kota di wilayah selatan hangus. Warga sebut tragedi ini lebih buruk dari tsunami.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved