Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Tiga Helikopter Dikerahkan Atasi Kebakaran Hutan di Kalsel

Denny Susanto
28/7/2019 12:13
Tiga Helikopter Dikerahkan Atasi Kebakaran Hutan di Kalsel
Personel Manggala Agni Kalsel berusaha memadamkan api yang membakar kawasan hutan di Kalimantan Selatan.(MI/Denny Susanto)

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan menurunkan tim pengendalian bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) pada 100 desa rawan bencana di Kalimantan Selatan (Kalsel). Tiga helikopter water boombing beroperasi di Kalsel.

 Hal tersebut dikemukakan Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana BPBD Kalsel, Sahrudin, Minggu (28/7).

"Pemerintah sangat serius untuk mengatasi bencana karhutla tahun ini yang diprediksi akan lebih parah dibanding tahun sebelumnya. Salah satunya dengan menurunkan tim pengendalian karhutla untuk desa rawan bencana," ungkap Sahrudin.

 BNPB bekerja sama dengan BPBD dengan menurunkan sedikitnya 1.100 personel yang terdiri dari anggota TNI-Polri dan masyarakat pada 100 desa rawan bencana. Keberadaan tim pengendalian karhutla ini diharapkan dapat melaksanakan kegiatan mulai pencegahan hingga penanganan bencana.

"Yang terpenting bagaimana menyadarkan masyarakat untuk berperan serta membantu penanganan bencana," ujar Sahrudin.

Badan Meteroologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau tahun ini akan berlangsung Agustus-Oktober dan lebih ekstrim dari tahun sebelumnya.

Saat ini, titik api yang berasal dari kebakaran lahan mulai muncul di Kalsel. Tercatat hingga pekan terakhir Juli 2019 jumlah titik api yang muncul berdasarkan pantauan satelit aqua terra sebanyak 59 titik api dengan luas lahan terbakar seluas 129 hektare. Sebanyak 12 titik api masih terlihat hingga Sabtu (27/7).

 Daerah terparah terjadi karhutla di Kalsel antara lain Kabupaten Tapin,  Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Utara dan Tanah Laut. Kebakaran terbanyak terjadi pada areal lahan pertanian akibat adanya kegiatan pembukaan lahan oleh masyarakat. Pada 2018 jumlah titik api muncul di Kalsel sebanyak 458 titik dengan luas karhutla mencapai 3.900 hektare.

 Terkait tingginya ancaman karhutla ini BPBD Kalsel telah mengajukan bantuan 10 unit helikopter terdiri dari dua helikopter patroli dan delapan helikopter water boombing.

"Ada tiga helikopter yang dibantu BNPB untuk mengatasi karhutla di Kalsel dan sejak kemarin mulai beroperasi,"
tambah Sahrudin.

 Akademisi Universitas NU Kalsel, Dessy Puji Lestari, mengatakan untuk mengatasi karhutla yang terjadi hampir setiap tahun, diperlukan peran serta masyarakat secara luas.

"Keterlibatan masyarakat sangat diperlukan, karena sebagian besar karhutla disebabkan faktor manusia atau masyarakat
itu sendiri baik sengaja maupun tidak disengaja," tutur Dessy saat menjadi pembicara dalam diskusi Mitigasi dan Manajemen Bencana Karhutla bekerjasama dengan BPBD Kalsel di kampus Universitas NU Kalsel, Sabtu (27/7). (OL-09)

    

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Deri Dahuri
Berita Lainnya