Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
PENANGANAN kasus pelecehan seks oleh oknum dosen FISIP Universitas Sumatra Utara terhadap mahasiswi mengalami progres terbaru.
Setelah dalam beberapa waktu terakhir melakukan pendalaman kasus, para aktivis perempuan yang tergabung di Forum Pengadaan Layanan (FPL) akhirnya mendatangi Rektorat USU, Selasa (18/6).
Para aktivis yang menjadi pendamping korban tersebut ingin memastikan sikap terakhir yang dikeluarkan pihak rektorat terhadap kasus ini. Namun, seperti yang sudah diketahui publik sebelumnya, pihak Rektorat menyatakan kepada FPL bahwa mereka belum melakukan langkah apapun karena masih menunggu pelaporan ulang oleh korban.
"Tadi ibu Ros (Wakil Rektor I) bilang, Rektorat belum jelas masalahnya seperti apa. Jadi gak tahu mau ambil tindakan apa karena belum resmi dilaporkan ke Rektorat," ungkap Lely Zailani dari Himpunan Serikat Perempuan Indonesia (Hapsari) seusai pertemuan tertutup dengan Rosmayati, Wakil Rektor I USU.
Karena itu, lanjutnya, mereka akan mendampingi korban untuk melaporkannya ke pihak Rektorat. Ini akan menjadi pelaporan ulang karena kasus ini sebelumnya sudah dilaporkan ke pihak Dekanat dan Program Studi Sosiologi FISIP USU.
Baca juga: Lima Kerangka Jenazah Korban Likuefaksi Dimakamkan di Toraja
Para pendamping, kata Lely, menaruh harapan besar USU mampu menjadi contoh dalam penyelesaian kasus pelecehan seksual oleh dosen kepada mahasiswi di Indonesia.
Serupa dengan apa yang disampaikan Rektor USU, Runtung Sitepu, beberapa waktu lalu, kepada wartawan seusai pertemuan Rosmayati mengatakan pihak rektorat masih menunggu laporan resmi dari korban.
Namun yang menarik, Rosmayati menyebut sulit untuk menyelesaikan kasus ini karena tidak ada alat bukti yang kuat. Padahal, pihak Dekanat FISIP USU sebelumnya sudah sempat memberikan sanksi kepada dosen pelaku meski hanya berupa teguran.
Terlebih, Rosmayanti tidak merinci bukti-bukti seperti apa yang dinilainya kuat agar si pelaku dapat ditindak lebih tegas.
Meski terjadi pada 2018, kasus ini mencuat ke publik pada Mei 2019. Berawal dari pemberitaan media massa, kasus ini menjadi sorotan oleh berbagai kalangan karena si pelaku hanya mendapat sanksi yang sangat ringan oleh pihak dekanat.
Rektor USU kemudian menegaskan pihaknya siap mengambil alih pengusutan kasus ini. Namun dia meminta korban untuk melaporkannya secara resmi ke Rektorat. (OL-1)
Kegagalan di masyarakat jauh lebih fatal dibanding kegagalan akademik.
Presiden Prabowo Subianto mengundang perguruan tinggi terkemuka Inggris untuk menjalin kerja sama dalam pendirian 10 universitas baru di Indonesia.
Mitigasi lewat pendekatan sosial kemasyarakatan ini bisa menjadi contoh sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam membangun ketangguhan desa menghadapi bencana.
Penguatan kompetensi dan sistem perlindungan bagi mahasiswa yang melakukan kegiatan kerja di luar negeri harus terus ditingkatkan.
Peserta juga diajak mengeksplorasi cara memanfaatkan kertas daur ulang sebagai media artistik seperti ilustrasi, kartu ucapan, kemasan kreatif, dan karya dekoratif.
Kunjungan akademik ini menjadi langkah strategis Universitas LIA dalam memperkuat jejaring internasional dan memberikan pengalaman global bagi sivitas akademika.
Dokumen pengadilan mengungkap petinggi Sony Pictures sebut karier Blake Lively "berakhir" akibat kontroversi film It Ends With Us.
Selain proses hukum yang tegas, Dadang juga mendesak penanganan komprehensif terhadap para terduga korban, termasuk penyediaan layanan pendampingan psikolog dan psikiater bila diperlukan.
Dokumen hukum terbaru mengungkap kemarahan Jenny Slate terhadap Justin Baldoni saat syuting It Ends With Us. Slate menyebut suasana syuting "menjijikkan".
Wali kota memerintahkan adanya audit terhadap sistem pengawasan fisik maupun non-fisik guna memastikan tidak ada lagi celah bagi tindakan menyimpang di lingkungan sekolah.
Korban yang sedang berdiri di dalam bus awalnya mengira cairan yang mengenai pakaian bagian belakangnya berasal dari pendingin udara (AC).
Peristiwa bermula sekitar pukul 18.20 WIB saat kondisi bus cukup padat. Korban yang sedang berdiri awalnya tidak menyadari adanya tindakan pelecehan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved