Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Warga Cianjur Dituntut Siap Siaga Hadapi Potensi Bencana

Benny Bastiandy
27/4/2019 20:25
Warga Cianjur Dituntut Siap Siaga Hadapi Potensi Bencana
Bencana tanah longsor di Sukabumi, Jawa Barat(MI/Benny Bastiandy)

HARI Kesiapsiagaan Bencana di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, dijadikan momentum mengingatkan kembali masyarakat agar selalu meningkatkan kesiasiagaan dan kewaspadaan terhadap potensi bencana.

Apalagi saat ini kondisi cuaca masih tergolong ekstrem yang berpotensi terjadi bencana hidrometeorologi.

"Kami bekali masyarakat dengan pengetahuan dan wawasan dalan bertindak saat terjadi bencana alam. Ini perlu dilakukan untuk meminimalkan adanya korban jiwa saat terjadi bencana," kata Dandim 0608 Cianjur, Letkol Rendra Dwi Ardhani, saat mendampingi Plt Bupati Cianjur Herman Suherman, di sela-sela peringatan HKB di Alun-alun Kecamatan Sindangbarang, Jumat (26/4).

Agar momentumnya lebih mengena, Pemkab Cianjur bersama unsur Muspida mendeklarasikan gerakan kesiapsiagaan itu dengan menuliskan #SayaSiapSelamat.

Baca juga : Bencana di Cimahi, Dua Orang Tewas Tertimbun Longsor

Tagar itu diharapkan bisa menjadi viral sehingga masyarakat Kabupaten Cianjur selalu siap siaga terhadap potensi bencana.

"Kami akan berkesinambungan menyosialisasikan kesiapsiagaan bencana ini dengan melibatkan para Babinsa. Mereka (Babinsa) ini yang akan menerangkan serta memberikan simulasi kepada warga," ucapnya.

Potensi bencana di Kabupaten Cianjur relatif cukup tinggi. Kondisi itu tak terlepas kondisi geografis dan luasnya wilayah Cianjur mencapai 350.148 hektare.

Di wilayah selatan, potensi bencana terdiri dari tanah longsor, banjir bandang, pergerakan tanah, termasuk tsunami. Wilayah selatan memiliki bentangan pantai sepanjang hampir 75 kilometer.

"Kami ingatkan masyarakat kalau ada gejala potensi tsunami agar bergerak ke daerah-daerah dataran tinggi. Begitu juga kalau terjadi longsor, cari tempat yang lebih aman," jelas dia.

Namun Rendra menyayangkan di wilayah selatan masih minim papan petunjuk jalur evakuasi, teruta,a di daerah rawan bencana.

Karena itu, Rendra mengintensifkan koordinasi dengan Pemkab Cianjur melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk melengkapi papan petunjuk jalur-jalur evakuasi.

"Di sini saja (Kecamatan Sindangbarang), papan petunjuk jalur evakuasi sangat minim. Mudah-mudahan nanti segera dilengkapi pemkab," pungkasnya. (OL-8)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ghani Nurcahyadi
Berita Lainnya