Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Distribusi Pupuk Bersubsidi Belum Merata

Palce Amalo
05/3/2019 17:00
Distribusi Pupuk Bersubsidi Belum Merata
(ANTARA FOTO/Arif Firmansyah)

DISTRIBUSI pupuk bersubsidi bagi petani di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) belum merata. Padahal petani di daerah itu mulai menanam pagi.

Petani yang belum menerima pupuk bersubdisi antara lain di persawahan Tuahanas, Desa Baumata Timur, Kecamatan Taebenu. 

"Sampai saat ini belum ada kiriman pupuk dari agen," kata Markus Kalail, petani di persawahan setempat, Selasa (5/3).

Markus menyebutkan sebagian petani di persawahan itu mulai menanam padi, namun sebagian lagi baru mengolah lahan. Petani berharap distribusi pupuk bersubsidi dipercepat sehingga petani segera memupuk tanaman padi mereka. Jika tanaman terlambat dipupuk dikhawatirkan berdampak terhadap hasil panen petani.

Dia menyebutkan seluruh petani Tuahanas sudah membayar harga pupuk sesuai rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK). 

"Saya butuh 3-4 sak pupuk subsidi," ujarnya.

 

Baca juga: Pupuk Organik Kurang Diminati Petani

 

Sementara itu seluruh petani di Persawahan Noelbaki, Desa Noelbaki, Kecamatan Kupang Tengah sudah menerima pupuk bersubsidi. Petani setempat juga sudah memupuk tanaman mereka. 

"Distribusi pupuk pada musim tanam tahun ini lancar," Ketua Kelompok Tani Desa Noelbaki, Moses Nuban. 

Bahkan sebanyak 268 petani di persawahan tersebut sudah menanam sejak Februari lalu.

Kepala Perwakilan PT Pupuk Kaltim wilayah NTT Didik Triono mengatakan pihaknya telah mendistribusikan 11.480 pupuk urea bersubsidi hingga 3 Maret. Jumlah itu merupakan bagian 27.702 ton alokasi urea bersubsidi selama 2019.

Didik mengatakan pihaknya telah membuka nomor telepon pengaduan yang setiap saat menerima pengaduan dari petani terkait persoalan pupuk bersubsidi. 

"Petani boleh melaporkan ke Pupuk Kaltim jika ada persoalan terkait penyaluran pupuk," ujarnya. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dwi Tupani
Berita Lainnya