Headline

Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.

Jaga Baku Mutu Air, PDAM Tirta Asasta Depok Bersihkan DAS Ciliwung

Kisar Rajagukguk
31/3/2026 19:59
Jaga Baku Mutu Air, PDAM Tirta Asasta Depok Bersihkan DAS Ciliwung
Jajaran PDAM Tirta Asasta Depok membersihkan sampah di Sungai Ciliwung .(Dok. PDAM Tirta Asasta Depok )

PERUSAHAAN Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Asasta Kota Depok, Jawa Barat, menunjukkan komitmen nyata dalam menjaga kelestarian sumber air baku. Bekerja sama dengan komunitas susur sungai, badan usaha milik daerah (BUMD) tersebut berhasil mengangkat lebih dari 10 ton sampah dari Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung, Selasa (31/3).

Sampah yang diangkat dari aliran sungai tersebut didominasi oleh sampah plastik, limbah domestik (rumah tangga), ranting pohon, hingga limbah industri. Aksi ini merupakan bagian dari upaya mitigasi bencana sekaligus menjaga kualitas air bagi warga Kota Depok.

Direktur Utama PDAM Tirta Asasta Kota Depok, Olik Abdul Holik, menyampaikan bahwa kegiatan susur sungai ini merupakan agenda rutin tahunan dalam rangka memperingati Hari Air Sedunia (World Water Day) yang jatuh pada 22 Maret.

"Memperingati Hari Air Sedunia (World Water Day) 22 Maret 2026, PDAM Tirta Asasta Kota Depok membersihkan sampah di Sungai Ciliwung. Sebanyak 10 ton lebih sampah dan tanaman liar tersangkut di bantaran Sungai Ciliwung," katanya.

Olik menjelaskan, Sungai Ciliwung memiliki peran vital karena merupakan sumber air baku utama bagi PDAM Tirta Asasta. Oleh sebab itu, kelestarian sungai secara langsung memengaruhi kontinuitas suplai air bersih kepada pelanggan.

Keberlangsungan Sumber Air
PDAM Tirta Asasta secara konsisten melakukan pembersihan rutin di sekitar bangunan infrastruktur milik perusahaan. Langkah ini sejalan dengan tema Hari Air Sedunia tahun ini yang menekankan pada peran aktif semua pihak dalam menjaga sumber daya air.

"Sejalan dengan tema Hari Air Sedunia tahun ini, kita dituntut turut berperan aktif dalam menjaga kelestarian dan keberlangsungan sumber daya air," tutur Olik.

Ia menambahkan bahwa prinsip ramah lingkungan telah menjadi bagian integral dari operasional bisnis perusahaan, mulai dari proses pengambilan air baku hingga produksi air bersih. "Prinsip ramah lingkungan juga diterapkan dalam proses produksi air bersih," ujar Olik.

Ancaman Limbah dan Risiko Banjir
Dalam kesempatan tersebut, Olik mengimbau masyarakat untuk berhenti menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan sampah. Menurutnya, tumpukan limbah padat tidak hanya mencemari air, tetapi juga merusak infrastruktur Instalasi Pengolahan Air (IPA) serta menyebabkan pendangkalan sungai.

"Sampah padat rumah tangga yang menumpuk menghambat distribusi air dan berisiko menimbulkan bencana banjir serta penyakit," ungkap Olik.

Tersumbatnya aliran sungai akibat sampah dipastikan mengganggu operasional IPA PDAM. Jika dibiarkan, hal ini akan berdampak buruk pada kesehatan masyarakat luas dan memicu kerugian ekonomi akibat bencana.

"Akibat pencemaran sungai bisa menurunkan kualitas air, menimbulkan bau tak sedap, dan menjadi sumber penyakit serta potensi bencana akibat sampah menyumbat aliran sungai dan memicu banjir, terutama saat musim hujan," pungkasnya. (KG/P-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eksa
Berita Lainnya