Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Pemerintah Pusat Apresiasi Normalisasi Ciliwung, Jakarta Jadi Model Penataan Sungai

Devi Harahap
21/11/2025 14:50
Pemerintah Pusat Apresiasi Normalisasi Ciliwung, Jakarta Jadi Model Penataan Sungai
Anak-anak menaiki perahu karet saat mengikuti kegiatan Petualangan Menyusur Sungai Ciliwung di Jakarta, Minggu (26/10/2025) .(MI/Usman Iskandar)

PEMERINTAH pusat mendukung penuh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam upaya normalisasi Sungai Ciliwung. Langkah ini dinilai sebagai contoh penataan sungai yang serius di Indonesia, di tengah meningkatnya risiko banjir akibat kerusakan hulu dan sedimentasi di berbagai wilayah.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menyebut Jakarta sebagai daerah yang paling progresif dalam merawat sungai dan mengurangi sedimentasi. Ia mengapresiasi strategi normalisasi yang tengah dilakukan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.

“Apa yang dikerjakan oleh Pak Gubernur sudah sangat-sangat baik. Dan jika Bapak butuh support dari kami, insyaallah kami akan support sepenuhnya,” ujar Dody di tepian Sungai Ciliwung, MT Haryono, Jakarta Selatan, Jumat (21/11).

Dody menjelaskan mayoritas sungai di Indonesia kini mengalami perubahan warna menjadi cokelat akibat kerusakan hulu dan peningkatan lumpur yang terbawa arus. Kondisi itu disebut memicu banjir saat intensitas hujan tinggi.

“Kalau hulunya rusak, yang turun itu lumpur lagi, lumpur lagi. Jadi hulu harus kita benahi bersama. Tapi apa yang dilakukan Pak Gubernur sangat kami apresiasi,” katanya.

Menurut Dody, kerusakan sungai akan berimbas pada risiko banjir yang semakin luas. “Kalau kita tidak perhatikan sungainya, kita biarkan hulu kita hancur, yang turun adalah sedimen, yang turun adalah lumpur, sehingga sungainya marah. Maka pada saat hujan, banjir di mana-mana,” ucapnya.

Gerakan Peduli Sungai
Dody menegaskan kegiatan kick-off penataan sungai di Ciliwung bukan sekadar proyek fisik, tetapi gerakan nasional perbaikan ekosistem sungai sebagai indikator kualitas kota.

Ia berharap program ini menjadi inspirasi perbaikan sungai di daerah lain. “Merawat sungai adalah merawat kehidupan. Ini bukan sekadar acara, tetapi ajakan untuk kembali peduli,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Pramono menegaskan kesiapan Jakarta menghadapi musim hujan panjang hingga Februari dengan mempercepat penataan sungai. “Jakarta siaga. Kita rawat sungai bersama-sama,” ucapnya.

Pemprov DKI akan memulai pembebasan lahan untuk normalisasi Ciliwung pada 2026 di dua kelurahan: Cililitan dan Pengadegan. Total terdapat 37 bidang di Cililitan dan 54 bidang di Pangadegan yang menjadi tahap awal pengerjaan.

“Pembebasan lahan dilakukan DKI, nanti pembangunan tanggul oleh Kementerian PU. Sinergi ini membuat Ciliwung bisa lebih cepat pulih,” tuturnya.

Selain Ciliwung, Pemprov DKI juga menargetkan normalisasi Kali Krukut sepanjang 1,3 kilometer, yang selama ini menjadi kawasan rawan banjir di wilayah Kemang. (Dev/P-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eksa
Berita Lainnya