Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Lamongan, Jawa Timur, bersama Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWS) serta Dinas Pekerjaan Umum Sumberdaya Air (PU SDA) Pemprov Jatim menormalisasi Kali Gayaran, Desa/Kecamatan Paciran, Lamongan, Sabtu (1/11). Upaya itu dilakukan setelah adanya desakkan dari warga setempat yang mengeluhkan sejumlah titik di kawasan tersebut terdampak banjir saat hujan turun dengan intensitas tinggi.
Pendangkalan Kali Gayaran yang cukup parah juga mengakibatkan warga kampung nelayan kesulitan menambatkan perahunya. Desakkan warga itu disampaikan dalam rapat koordinasi di Balai Desa Paciran, Kecamatan Paciran, pada beberapa hari sebelumnya. Hasil rapat koordinasi itu kemudian disampaikan kepada Dinas PU SDA Kabupaten Lamongan, lalu diteruskan pada Pemprov dan BBWS. Setelah disepakati pihak terkait, pengerukkan dilaksanakan pada Sabtu (1/11).
Kepala Dinas Kominfo Pemkab Lamongan, Sugeng Widodo, mengatakan, setelah dilakukan koordinasi dengan Dinas PU SDA Pemprov, BBWS dan Pemkab Lamongan, selanjutnya dilakukan pengerukan Kali Gayaran dengan menurunkan sejumlah ekskavator.
"Pengerukan ini merupakan kerja sama antara Pemkab Lamongan, BBWS dan Dinas PU SDA Pemprov Jatim. Seksi Operasional IV BBWS menyiapkan ekskavator amphibi, PU SDA Pemprov menyiapkan ekskavator long dan Dinas PU SDA menyiapkan ekskavator standar," ujar Sugeng, Minggu (2/11) petang.
Adapun pihak Pemdes Paciran menyiapkan angkutan sedimentasi. Ia menjelaskan, rencana normalisasi dijadwalkan sepanjang 500 meter. "Ini sudah terlaksana sepanjang 350 meter. Sisanya sepanjang 150 meter berada pada kanan kiri jembatan Raya Daendels. Namun, pengerukan terhenti karena ekskavator amphibi milik Bengawan Solo mengalami lagi trouble di lapangan," jelasnya.
Pengerukan selanjutnya masih menunggu kesiapan ekskavator amphibi yang sedang dalam perbaikan. Dengan pengerukan yang telah dilaksanakan sepanjang 350 meter tersebut, setidaknya membuat dampak genangan banjir di kawasan tersebut dapat diminimalisir. Termasuk, aktivitas melaut ratusan nelayan setempat kembali berjalan lancar. Karena, sepanjang Kali Gayaran ini juga menjadi tempat sandar perahu nelayan setempat.(M-2)
Kerusakan sungai akan berimbas pada risiko banjir yang semakin luas.
Normalisasi merupakan langkah krusial menekan risiko banjir, terutama menjelang puncak musim hujan yang diperkirakan terjadi hingga Februari
Retakan rumah tersebar di RT 02 dan RT 3 RW 13 Desa Ciburuy. Kejadian ini telah dilaporkan kepada pihak desa
Proyek ini dimulai sejak era Gubernur DKI Joko Widodo. Namun, normalisasi kembali tersendat dalam beberapa tahun terakhir.
Akan dilakukan pembebasan lahan dari kawasan Pengadegan hingga Rawajati di Jakarta Selatan dengan panjang total 11 hektare atau 16 kilometer di sepanjang Kali Ciliwung.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved