Headline

Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.

Polisi Bongkar Modus 'Black Dollar' WNA Liberia: Manipulasi Cairan untuk Ubah Kertas Jadi Uang

Athiyya Nurul Firjatillah
27/3/2026 16:35
Polisi Bongkar Modus 'Black Dollar' WNA Liberia: Manipulasi Cairan untuk Ubah Kertas Jadi Uang
Kasubbid Penmas Polda Metro Jaya, Kompol Andaru Rahutomo(Metrotvnews/Athiyya Nurul Firjatillah)

POLDA Metro Jaya membongkar kecanggihan manipulasi visual dan psikologis yang digunakan dua warga negara asing (WNA) asal Liberia dalam melancarkan aksi penipuan black dollar. Modus ini mengandalkan cairan khusus untuk meyakinkan korban bahwa lembaran kertas hitam bisa berubah menjadi mata uang Dolar Amerika Serikat asli.

Kasubbid Penmas Polda Metro Jaya, Kompol Andaru Rahutomo, menjelaskan bahwa cairan tersebut menjadi alat utama pelaku untuk menjerat korbannya.

“Ada satu koper cairan, cairan yang menurut dari tersangka digunakan sebagai sarana untuk menipu korban yang menurut tersangka ini bisa mengubah kertas dollar, black dollar itu menjadi dollar asli, seperti itu,” ujar Kompol Andaru Rahutomo kepada wartawan, Jumat (27/3).

Tipu Daya Penggandaan Uang

Dalam menjalankan operasinya, tersangka mengrklaim cairan yang mereka bawa memiliki kemampuan "ajaib". Klaim ini sengaja diciptakan untuk memancing rasa percaya korban agar bersedia menyerahkan sejumlah uang asli sebagai bagian dari proses "pembersihan" atau aktivasi kertas hitam tersebut.

Andaru menegaskan bahwa seluruh skenario tersebut hanyalah bentuk manipulasi terencana untuk menguras harta korban.

“Nah itulah yang digunakan sarana untuk memanipulasi korban, memanipulasi korban sehingga korban mau menyerahkan uang,” tambah Andaru.

Selain cairan kimia, Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat juga menyita sejumlah koper dan brankas yang digunakan pelaku dalam rangkaian aksinya. Barang-barang tersebut kini diamankan sebagai bukti kuat untuk menjerat kedua tersangka.

Modus black dollar sendiri merupakan pola penipuan klasik yang memanfaatkan keserakahan atau ketidaktahuan korban dengan janji keuntungan instan melalui proses yang tidak masuk akal.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan tidak mudah tergiur oleh tawaran penggandaan uang, terutama yang melibatkan prosedur kimiawi atau hal-hal yang tidak logis. Hingga saat ini, penyidik masih terus mendalami kasus ini guna mengungkap kemungkinan adanya jaringan internasional atau pelaku lain yang terlibat.

(P-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akmal
Berita Lainnya