Headline

DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.

Cegah Penumpukan, Pemprov DKI Atur Ulang Skema Mudik Gratis 2026

Mohamad Farhan Zhuhri
19/2/2026 16:39
Cegah Penumpukan, Pemprov DKI Atur Ulang Skema Mudik Gratis 2026
Ilustrasi .(Antara)

PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memutuskan untuk mengatur ulang mekanisme keberangkatan mudik gratis tahun ini. Langkah ini diambil guna mengantisipasi kemacetan ekstrem akibat potensi keberangkatan serentak dengan program mudik yang diselenggarakan kementerian, lembaga, maupun pihak swasta.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, menjelaskan bahwa penyesuaian ini sejalan dengan kebijakan Pemerintah Pusat yang menerapkan skema work from anywhere (WFA) bagi aparatur sipil negara (ASN) dan pekerja swasta pada 16, 17, 25, 26, dan 27 Maret 2026.

“Kita menyambut rencana work from everywhere (anywhere) mulai dari tanggal 13 sampai dengan tanggal 27 atau 28. Jadi artinya memang range-nya akan panjang,” ujar Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (19/2).

Strategi Pengurai Kemacetan
Pramono menilai rentang waktu WFA yang panjang harus dimanfaatkan sebagai instrumen pengendali arus mudik. Ia tidak ingin lonjakan kendaraan menumpuk dalam satu atau dua hari yang sama, yang berkaca pada pengalaman sebelumnya sering memicu kepadatan ekstrem di ruas tol keluar Jakarta.

Oleh karena itu, Pemprov DKI akan memberlakukan keberangkatan secara bertahap. “Termasuk DKI Jakarta akan mudik bersama kurang lebih 26 ribuan peserta dan 661 bus. Ternyata kali ini antusiasme mudik bersama, baik yang diselenggarakan swasta maupun kementerian dan lembaga, itu cukup tinggi,” katanya.

Ia menegaskan, tingginya animo masyarakat menjadi tantangan tersendiri. Tanpa jadwal yang presisi, keberangkatan bus dalam jumlah besar secara bersamaan berisiko menciptakan titik kemacetan baru di gerbang tol dan jalur arteri.

“Maka kami atur supaya mudik bersamanya tidak bersamaan. Sehingga tidak terjadi kemacetan yang luar biasa seperti pada waktu itu ketika tanggalnya diatur bersamaan,” tegas Pramono.

Keberangkatan Bergelombang
Pemprov DKI saat ini tengah mematangkan jadwal keberangkatan secara bergelombang yang direncanakan dimulai sejak pertengahan bulan, yakni sekitar tanggal 11 hingga 15 Maret dan seterusnya.

Skema ini diselaraskan dengan dimulainya kebijakan WFA pada 13 Maret, sehingga masyarakat memiliki fleksibilitas waktu untuk berangkat lebih awal tanpa mengganggu produktivitas kerja.

“Karena mulai work from everywhere-nya kan tanggal 13. Sehingga dengan demikian inilah yang kita gunakan untuk mengatur mudik bersama di Jakarta,” pungkasnya.

Melalui strategi ini, arus keluar Ibu Kota diharapkan lebih terkendali dan mampu menekan risiko kemacetan parah yang kerap terjadi menjelang Hari Raya. (Far/P-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eksa
Berita Lainnya