Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Hadapi Banjir Jakarta, Pramono Kerahkan 200 Ekskavator untuk

Mohamad Farhan Zhuhri
26/1/2026 15:14
Hadapi Banjir Jakarta, Pramono Kerahkan 200 Ekskavator untuk
Petugas Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta menggunakan alat berat mengeruk sedimen lumpur di Kali Cideng, Kuningan, Jakarta.(MI/Usman Iskandar)

GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan pengerukan kali akan dilakukan secara terus-menerus sebagai solusi jangka pendek untuk mengatasi banjir di Ibu Kota. Kebijakan ini diambil untuk menjaga kapasitas aliran sungai tetap optimal, terutama saat curah hujan tinggi.

Pramono menyebut Pemprov DKI saat ini mengerahkan 200 unit ekskavator yang tersebar di berbagai titik sungai dan kali di Jakarta. Seluruh alat berat tersebut difokuskan untuk mengangkat sedimen yang mengurangi daya tampung aliran air.

“Saya sudah perintahkan Dinas Sumber Daya Air agar pengerukan kali dilakukan secara terus-menerus. Kita punya 200 ekskavator,” kata Pramono saat meninjau Kali Sepak, Jakarta Barat, Senin (26/1).

Menurut Pramono, keterbatasan daya tampung daerah tangkapan air (catchment area) membuat pengerukan menjadi langkah paling realistis yang bisa dilakukan dalam waktu dekat. Ia mengakui, meskipun pengerukan dilakukan secara maksimal, kapasitas sungai di Jakarta tetap memiliki batas.

“Walaupun seluruh sedimen diangkat dan tidak ada tambahan endapan, sungai-sungai di Jakarta hanya mampu menampung curah hujan sekitar 150 milimeter per hari,” ujarnya.

Ia mencontohkan hujan lebat yang terjadi pada 12, 18, dan 22 Januari lalu yang memicu genangan di sejumlah wilayah. Pada 22 Januari, intensitas hujan tercatat mendekati 150 milimeter dalam waktu singkat, diperparah dengan kiriman air dari wilayah hulu.

“Kondisi itu membuat genangan sulit dihindari. Karena itu pengerukan kali tetap harus dilakukan secara berkelanjutan sebagai penanganan jangka pendek,” kata Pramono.

Pramono menambahkan, Pemprov DKI Jakarta juga terus memantau titik-titik rawan banjir dan memastikan pengerukan berjalan paralel dengan upaya pengendalian aliran air dari daerah hulu. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya