Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

BMKG Tetapkan Status AWAS Cuaca Ekstrem di Jakarta 23 Januari 2026, Waspada Hujan Sangat Lebat

Basuki Eka Purnama
23/1/2026 04:45
BMKG Tetapkan Status AWAS Cuaca Ekstrem di Jakarta 23 Januari 2026, Waspada Hujan Sangat Lebat
Ilustrasi--Awan tebal yang dibarengi hujan menyelimuti wilayah Jakarta, Rabu (21/1/2026).(MI/RAMDANI)

PEMERINTAH Provinsi DKI Jakarta mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul rilis terbaru dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Jakarta bersama Banten kini berada dalam status "AWAS" terhadap potensi hujan ekstrem yang diprediksi memuncak pada Jumat, 23 Januari 2026.

Detail Prakiraan Cuaca per Wilayah

Wilayah Pagi Siang/Sore Malam Suhu (°C) Kelembapan (%)
Jakarta Barat Hujan Sedang Hujan Lebat Hujan Sedang 23 - 27 76 - 95
Jakarta Pusat Hujan Sedang Hujan Sedang Hujan Sedang 24 - 27 76 - 95
Jakarta Selatan Hujan Sedang Hujan Ekstrem/Petir Hujan Sedang 23 - 27 77 - 97
Jakarta Timur Hujan Sedang Hujan Ekstrem/Petir Hujan Sedang 23 - 27 77 - 97
Jakarta Utara Hujan Sedang Hujan Sedang Hujan Sedang 24 - 27 77 - 90
Kepulauan Seribu Hujan Ringan Hujan Ringan Berawan 26 - 28 75 - 83

Analisis Penyebab Cuaca Ekstrem

Berdasarkan analisis dinamika atmosfer, terdapat tiga faktor utama yang menyebabkan cuaca di Jakarta menjadi sangat tidak stabil:

  • Monsun Asia & Cold Surge: Seruakan dingin dari Asia meningkatkan kecepatan angin dan membawa massa udara basah ke wilayah Indonesia bagian selatan.
  • Bibit Siklon Tropis 97S: Terpantau di Samudra Hindia, sistem ini memicu belokan angin yang memperlambat massa udara di atas Pulau Jawa, sehingga awan hujan berkumpul lebih masif.
  • Kelembapan Tinggi: Tingkat kelembapan udara yang mencapai 97% di lapisan bawah hingga menengah atmosfer mendukung pertumbuhan awan konvektif yang signifikan.

Operasi Modifikasi Cuaca (OMC)

Sebagai langkah antisipasi, BMKG bersama BPBD DKI Jakarta dan TNI AU telah memperpanjang Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Pesawat Casa 212 dikerahkan untuk melakukan penyemaian garam (NaCl) di wilayah laut guna mencegat awan hujan agar tidak masuk ke daratan Jabodetabek secara bersamaan.

PENAFIAN

Artikel ini diolah dan disusun oleh kecerdasan buatan (AI) dan telah melalui proses penyuntingan serta verifikasi fakta oleh redaksi.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya