Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, mulai bersiap menghadapi potensi bencana hidrometeorologi yang bisa saja terjadi di saat musim hujan. Itu disampaikan Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang dalam apel kesiapsiagaan bencana hidrometeorologi.
Bupati mengatakan, kesiapsiagaan menjadi faktor kunci, terutama meminimalisasi dampak bencana yang timbul di Kabupaten Bekasi terutama saat menghadapi musim hujan.
"Kabupaten Bekasi merupakan wilayah dengan potensi bencana yang cukup tinggi terutama banjir, angin kencang, dan cuaca ekstrem. Oleh karena itu, kemampuan kita dalam merespons secara cepat, tepat, dan terkoordinasi adalah bagian terpenting dalam mengurangi risiko bencana," ujar Ade Kuswara dalam keterangannya yang dikutip Jumat (28/11).
Ia menjelaskan, pihaknya terus memperkuat upaya mitigasi struktural, yaitu melalui penguatan tanggul, normalisasi sungai, perbaikan drainase, hingga penertiban bangunan liar untuk mengembalikan fungsi alam menjadi ruang terbuka hijau.
Bupati juga mengajak masyarakat memperkuat kesiapsiagaan dengan langkah mitigasi yang terencana. Mulai dari membersihkan saluran air dan tidak membuang sampah sembarangan.
"Selain itu, masyarakat pun harus meningkatkan kesiapsiagaan. Sekaligus melakukan mitigasi secara terencana dan berkelanjutan," lanjutnya.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi Muchlis menambahkan, apel kesiapsiagaan bencana merupakan persiapan dan kesiapan dari seluruh unsur. Baik personel maupun peralatan dalam menghadapi puncak musim hujan di Kabupaten Bekasi berdasarkan prakiraan cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
"Intinya kami tetap waspada dan siaga terhadap potensi bencana yang bisa melanda. Terutama menjelang akhir tahun sampai awal tahun nanti yang masih dalam musim penghujan," ujarnya.
Apel Kesiapsiagaan Bencana Hidrometeorologi 2025 yang digelar di Plaza Pemkab Bekasi, Cikarang Pusat, pada Kamis (27/11) itu, diikuti unsur perangkat daerah, TNI-Polri, dan ratusan Relawan Kebencanaan. (AK/P-2)
Kesiapan daerah dalam mendukung pemutakhiran data melalui penguatan peran operator desa dan dukungan sarana prasarana
PEMERINTAH Kabupaten Bekasi mengalokasikan anggaran senilai Rp176 miliar untuk pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) ASN dan PPPK menjelang Lebaran 2026.
Pertumbuhan infrastruktur yang pesat, ditambah dengan ekspansi kawasan industri, semakin mempertegas prospek Cibarusah sebagai pusat investasi yang menjanjikan.
Percepatan persiapan ini dilakukan mengingat masa jabatan kepala desa di 154 desa di wilayah Kabupaten Bekasi akan berakhir pada 28 September 2026.
Persoalan sampah merupakan tanggung jawab bersama seluruh unsur.
KEMENTERIAN Pekerjaan Umum (PU) mengalokasikan anggaran sebesar Rp40 miliar untuk rehabilitasi menyeluruh Stadion Wibawamukti, Kabupaten Bekasi.
Libur Lebaran, DPRD DIY Ingatkan Kewaspadaan terhadap Potensi Cuaca Ekstrem
Waspada cuaca ekstrem! BMKG rilis daftar provinsi berpotensi hujan lebat, kilat, dan angin kencang periode 13-19 Maret 2026. Cek status siaga berdasarkan prakiraan cuaca BMKG di sini.
BPBD Jatim telah mendirikan 38 posko tanggap darurat maupun posko siaga darurat di seluruh kabupaten/kota serta menyiagakan 300 personel untuk penanganan bencana sebagai upaya kesiapan
BMKG Sumsel rilis peringatan dini cuaca 11 Maret 2026. Hujan lebat, petir, dan angin kencang landa Lahat, OKU, hingga Pagar Alam pagi ini.
BNPB peringatkan risiko longsor susulan di TPST Bantargebang akibat hujan deras. Simak update pencarian korban dan daftar nama korban meninggal dunia di sini.
BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, hingga pohon tumbang akibat cuaca ekstrem ini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved